Ekonomi Bisnis

Amerika Serikat Gelontorkan Bantuan Perang ke Taiwan, China Sebut Situasi Sangat Membahayakan

6
×

Amerika Serikat Gelontorkan Bantuan Perang ke Taiwan, China Sebut Situasi Sangat Membahayakan

Sebarkan artikel ini
Amerika Serikat Gelontorkan Bantuan Perang ke Taiwan, China Sebut Situasi Sangat Membahayakan

JAKARTA – China mengecam keras paket terbaru bantuan militer Amerika Serikat (AS) untuk Taiwan dengan menyatakan pendanaan yang disebutkan menyokong republik pulau yang tersebut miliki pemerintahan sendiri itu ke di situasi berbahaya.

Senat Negeri Paman Sam sudah pernah meloloskan paket bantuan pertempuran senilai USD95 miliar atau sekitar Rp1.538 triliun untuk Ukraina, negeri Israel juga Taiwan pasca berbulan-bulan penundaan serta perdebatan sengit mengenai seberapa berjauhan keterlibatan Negeri Paman Sam di konflik luar negeri. Mengutip AP News, Negeri Paman Sam mengucurkan USD8 miliar atau setara Rp129 miliar untuk digunakan berperang melawan China ke Indo-Pasifik, diantaranya bantuan untuk Taiwan.

China mengklaim seluruh pulau Taiwan sebagai wilayahnya serta sudah pernah mengancam untuk mengambil alih dengan paksa apabila diperlukan. Kantor Urusan Taiwan di dalam daratan mengemukakan bahwa bantuan yang disebutkan secara penting melanggar komitmen Amerika Serikat terhadap China kemudian mengirimkan sinyal yang dimaksud salah terhadap pasukan separatis kemerdekaan Taiwan.

Juru bicara kantor tersebut, Zhu Fenglian, menambahkan bahwa Partai Progresif Demokratik yang digunakan berkuasa di dalam Taiwan pro-kemerdekaan, yang tersebut mengungguli masa jabatan presiden empat tahun ketiga pada bulan Januari, bersedia untuk berubah jadi pion bagi kekuatan-kekuatan eksternal yang dimaksud menggunakan Taiwan untuk menghadapi China yang dimaksud mengakibatkan Taiwan ke pada situasi berbahaya.

Sementara, Presiden terpilih Taiwan Lai Ching-te mengemukakan untuk delegasi Kongres Negeri Paman Sam yang sedang berkunjung, bahwa paket bantuan yang dimaksud akan menguatkan pencegahan terhadap otoritarianisme di dalam rantai sekutu Pasifik Barat dan juga membantu memverifikasi perdamaian serta stabilitas ke Selat Taiwan juga meningkatkan kepercayaan ke wilayah tersebut.

Dana yang dimaksud telah dilakukan mendapat dukungan luas anggota Kongres dari sejak Presidan Joe Biden pertama kali memohon dana yang disebutkan pada musim panas lalu. Namun, para pemimpin kongres harus menghadapi tentangan keras dari semakin berbagai kaum konservatif yang digunakan mempertanyakan keterlibatan Negeri Paman Sam pada peperangan luar negeri kemudian berpendapat bahwa Kongres seharusnya lebih lanjut fokus pada lonjakan migrasi di perbatasan AS-Meksiko.

Paket yang dimaksud mencakup beragam macam suku cadang serta layanan yang ditujukan untuk memelihara kemudian meningkatkan perangkat keras militer Taiwan. Secara terpisah, Taiwan sudah pernah melakukan penandatanganan kontrak senilai miliaran dolar dengan Amerika Serikat untuk jet tempur F-16V generasi terbaru, tank tempur utama M1 Abrams, juga sistem roket Himars, yang tersebut juga dipasok oleh Amerika Serikat ke Ukraina.

Taiwan juga sudah mengembangkan lapangan usaha pertahanannya sendiri, merancang kapal selam serta jet latih. Siklus depan, Taiwan berencana untuk mengirimkan kapal korvet siluman ketiga serta keempat yang dimaksud dirancang serta dibuat pada di negeri untuk menghadapi angkatan laut China sebagai seni tensi strategi peperangan asimetris, ke mana kekuatan yang tersebut lebih banyak kecil berperang melawan lawan yang dimaksud lebih besar besar dengan menggunakan taktik lalu persenjataan yang tersebut mutakhir atau nonkonvensional.

China melancarkan serangan setiap hari ke perairan serta wilayah udara di dalam sekitar Taiwan dengan menggunakan kapal-kapal angkatan laut juga pesawat tempur. China juga berjuang untuk menyingkirkan beberapa mitra diplomatik formal Taiwan yang tersisa.

Pada ketika ketegangan meningkat, China telah dilakukan meluncurkan puluhan misi 24 jam ke antaranya melintasi garis sedang di dalam Selat Taiwan yang mana memisahkan kedua sisi atau memasuki zona identifikasi pertahanan udara Taiwan.

Artikel ini disadur dari AS Gelontorkan Bantuan Perang ke Taiwan, China Sebut Situasi Berbahaya