Ekonomi Bisnis

DJPb sebut penyaluran kredit acara ke Bali capai Rp4,72 triliun

12
×

DJPb sebut penyaluran kredit acara ke Bali capai Rp4,72 triliun

Sebarkan artikel ini
DJPb sebut penyaluran kredit acara ke Bali capai Rp4,72 triliun

Kredit Proyek yang disebutkan tercatat total debitur yang mana tertinggi ke Kota Buleleng sebanyak-banyaknya 10.346 debitur.

Denpasar – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bali mencatatkan total penyaluran Kredit Inisiatif hingga 31 Mei 2024 di provinsi ini telah mencapai Rp4,72 triliun yang mana diterima oleh 60.951 debitur.

Kepala Kanwil DJPb Provinsi Bali Muhamad Mufti Arkanv, di Denpasar, Jumat, mengungkapkan untuk menggalakkan kinerja sektor usaha, pemerintah memperluas akses pembiayaan khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, lalu menengah (UMKM) melalui Kredit Program.

"Kredit Proyek ke Bali terdiri dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan juga Pendanaan Ultra Mikro (UMi). Pada KUR, pemerintah membiayai sebagian bunga yang ditanggung oleh debitur di bentuk subsidi bunga," kata beliau pula.

Mufti Arkanv menyampaikan penyaluran KUR masih didominasi oleh KUR skema Mikro (dengan nilai kredit dalam berhadapan dengan Rp10 jt sampai Rp100 juta) yang mana mencapai Rp3 triliun lebih lanjut untuk 50.867 debitur.

Sedangkan KUR skema Kecil mencapai Rp1,68 triliun dengan 5.275 debitur, kemudian Super Mikro beberapa jumlah Rp16 ,66 miliar dengan 1.773 debitur, serta Ultra Mikro beberapa Rp14,98 miliar dengan 2.586 debitur.

Berdasarkan sektor usahanya, penyaluran kredit kegiatan pada masih didominasi oleh sektor perdagangan (42,85 persen), sektor pertanian (16,65 persen), kemudian sektor bidang pengolahan (12,67 persen).

Dari sembilan kabupaten/kota dalam Provinsi Bali, pada penyaluran Kredit Inisiatif yang dimaksud tercatat jumlah total debitur yang digunakan tertinggi di Daerah Buleleng sebanyak 10.346 debitur. Sedangkan untuk jumlah keseluruhan penyaluran tertinggi itu pada Daerah Perkotaan Denpasar.

Mufti Arkanv menyampaikan banyak tantangan di penyaluran Kredit Program, di dalam antaranya terdapat data debitur yang dimaksud sudah ada lunas namun masih terdaftar terlibat dalam Sistem Pengetahuan Kredit Inisiatif (SIKP).

Selain itu, data calon debitur potensial dari pemda pada SIKP belum optimal dimanfaatkan oleh penyalur. "Hal ini dikarenakan data yang tersebut diinput oleh pemda sebagian besar adalah data UMKM yang tersebut mengajukan Nomor Induk Berusaha (NIB), yang tersebut belum tentu memang benar berminat berubah menjadi debitur," ucapannya pula.

Terkait dengan tantangan tersebut, belum lama ini juga telah lama dilaksanakan kegiatan bimbingan teknis SIKP oleh Sekretariat Daerah Pusat Kota Denpasar.

Artikel ini disadur dari DJPb sebut penyaluran kredit program di Bali capai Rp4,72 triliun