Teknologi

Membiarkan Laptop Mengisi Daya Baterai di Waktu Lama, Amankah?

8
×

Membiarkan Laptop Mengisi Daya Baterai di Waktu Lama, Amankah?

Sebarkan artikel ini
Membiarkan Laptop Mengisi Daya Baterai dalam Waktu Lama, Amankah?

JAKARTA – Kebiasaan mengisi daya penyimpan daya laptop di waktu lama walaupun bukan terpakai masih menjadi pertanyaan dari sisi keamanan. Kebiasaan itu muncul biasanya tak sengaja akibat mobilitas.

Namun, pada waktu tak bepergian, kemungkinan besar laptop selalu dicolokkan ke pengisi daya. Lantas apakah aman membiarkan laptop permanen terhubung sepanjang waktu? Hal ini adalah pertanyaan sederhana, namun jawabannya bisa jadi jadi cukup rumit lantaran rumitnya kimia akumulator laptop.

Laman Pocket Lint melansir, Hari Sabtu (27/4/2024), dari sudut pandang keamanan fisik, sangat aman untuk membiarkan laptop kekal terhubung dengan listrik setiap ketika lantaran hampir tidak ada ada risiko kebakaran.

Laptop modern miliki kontrol voltase yang mana terpasang pada pada perangkat mendeteksi ketika penyimpan daya sudah ada penuh serta berhenti mengisi daya meskipun pengisi daya tersambung. Mekanisme ini jarang gagal, serta laptop miliki mekanisme keamanan yang memutuskan sambungannya sebelum kehancuran terjadi.

Namun, ini semua mengasumsikan bahwa pengisi daya itu sendiri juga soket yang tersebut terhubung dengannya berada pada kondisi sempurna. Korsleting pada stopkontak listrik dapat menyebabkan kebakaran, namun hal yang disebutkan tak belaka berlaku pada pengisian daya laptop.

Baterai litium-ion mengandung bervariasi zat berbahaya. Jika keadaan pengisian daya sel terlalu rendah atau terlalu tinggi, elemen penyimpan daya dapat rusak lebih besar cepat. Seiring bertambahnya usia baterai, akumulator tidak ada lagi dapat terisi penuh. Hal ini tidak ada akan menyebabkan laptop meledak, namun kemungkinan besar menimbulkan penyimpan daya laptop tampak seperti bukan terisi penuh seperti biasanya.

Membiarkan daya elemen penyimpan daya terlalu rendah atau terlalu besar juga dapat menyebabkan sel lebih tinggi cepat rusak. Keprihatinan lainnya terkait panas. Baterai litium-ion akan habis seiring waktu meskipun perangkat dimatikan. Ini adalah berarti sel terisi hampir sepanjang waktu, sehingga menciptakan panas. Panas serta pengisian daya yang lebih tinggi atau rendah juga dapat menyebabkan akumulator rusak sebelum waktunya, sehingga mengakibatkan hilangnya kapasitas pengisian daya di jangka panjang.

Lagi pula, setiap sel litium yang pernah diproduksi memiliki jumlah total daya yang digunakan terbatas sebelum tak dapat lagi mengisi daya. Membiarkan penyimpan daya masih hidup akan menyebabkan siklus pengisian tambahan yang mana tak diperlukan oleh sebab itu elemen penyimpan daya mati. Hal ini semakin mengempiskan masa pakai baterai.

Jadi meninggalkan laptop di dalam pengisi daya bermetamorfosis menjadi masalah. Laptop tiada akan terbakar atau rusak di waktu singkat. Namun, sel akan terdegradasi terpencil lebih tinggi cepat dibandingkan apabila menggunakannya sesekali tanpa daya AC, kemudian penyimpan daya akan habis lebih tinggi cepat dari yang digunakan diperkirakan.

Artikel ini disadur dari Membiarkan Laptop Mengisi Daya Baterai dalam Waktu Lama, Amankah?