Teknologi

Kehebatan Robot Rusia, Mampu Menanam Ranjau secara Senyap pada negara Ukraina

15
×

Kehebatan Robot Rusia, Mampu Menanam Ranjau secara Senyap pada negara Ukraina

Sebarkan artikel ini
Kehebatan Robot Rusia, Mampu Menanam Ranjau secara Senyap pada negara negeri Ukraina

JAKARTA – Rusia sudah menciptakan robot-robot canggih yang digunakan mampu memulai pembangunan ladang ranjau pada medan perang. Alat tanpa awak ini sudah diterjunkan dalam wilayah konflik pada Ukraina.

Menanam ranjau ke suatu area adalah salah satu strategi paling simpel serta hemat biaya untuk membatasi pergerakan musuh. Menavigasi dalam sekitar ladang ranjau adalah pendekatan yang tersebut optimal, namun melakukan operasi ke medan seperti itu berubah jadi sangat menantang. Ladang ranjau rutin berubah menjadi fokus tembakan artileri serta rentan terhadap serangan mendadak, salah satunya serangan oleh rudal anti-tank.

Intinya, satu-satunya taktik yang mana efektif adalah bergerak progresif pada formasi yang dimaksud dilindungi oleh kendaraan penjinakan ranjau khusus, yang mana berubah jadi target utama untuk dihancurkan sebab perannya yang penting. Hal ini dicontohkan oleh Rusia selama serangan terkenal dia di dekat Vuhledar pada tahun 2022, pada mana mereka itu mengalami jatuhnya berbagai korban, lalu pada tahap awal pertempuran dalam dekat Avdiivka, juga oleh negara Ukraina selama serangan musim panas yang dimaksud gagal ke Zaporizhzhia pada tahun 2023.

Dilansir dari Essanews, Hari Jumat (12/4/2024), ladang ranjau adalah tindakan defensif yang dimaksud efektif, tetapi tantangannya terletak pada penanamannya dalam dekat garis depan tanpa ditemukan oleh musuh. Sebelumnya, ini hanya sekali dapat dicapai melalui proyektil roket khusus dari peluncur roket multi-laras seperti BM-30 Smerch, BM-27 Uragan, BM-21 Grad, atau M270 MLRS, juga sistem penambangan lengkap seperti ISDM Zemledeliye.

Namun baru-baru ini, pasukan tanah Ukraina telah terjadi memperkenalkan bervariasi robot kemudian drone yang tersebut dirancang untuk memasang ranjau secara diam-diam ke di garis musuh. Beberapa perangkat dirancang untuk menempatkan ranjau TM62 konvensional tunggal atau ganda, sementara yang mana lainnya dilengkapi untuk menyebarkan ranjau tipe PTM-3.

Konsep ini telah terjadi diadopsi oleh Rusia, yang mana sudah mengembangkan sistem robot yang digunakan mampu merancang ladang ranjau hingga jarak 30 meter, mencakup area dengan lebar sekitar 8-10 meter serta panjang 18-20 meter, dengan jarak antar ranjau sekitar 2 meter.

Robot Rusia ini dilengkapi dengan peluncur PKM-1 sebanyak sembilan buah, diisi dengan material peledak juga ranjau anti-personel atau anti-tank. Ranjau diledakkan dari jarak terpencil melalui kabel sepanjang sekitar 50 meter.

Kontainer KSF-1 misalnya dapat menyebabkan 71 ranjau PFM-1, yang mana dirancang berbentuk kupu-kupu dan juga berisi materi peledak 75 gram pada wadah plastik lunak. Pemampatan wadah memulai ledakan yang dapat mengakibatkan cedera parah.

Sementara itu, wadah KSO-1 dirancang untuk menampung satu ranjau anti-tank PTM-3, yang dimaksud diisi dengan 1,8 kg substansi peledak, cukup kuat untuk merusak, misalnya, rel kendaraan tempur infanteri.

Perang di dalam negara Ukraina telah terjadi tumbuh bermetamorfosis menjadi peperangan kedudukan dalam bermacam lokasi, di dalam mana pengaplikasian ranjau, drone, dan juga artileri secara strategis berperan penting.

Artikel ini disadur dari Kehebatan Robot Rusia, Mampu Menanam Ranjau secara Senyap di Ukraina