Berita

Nonton Wayang Bareng Gibran pada Solo, Yusril: Ruwatan Tolak Bala dengan Ritual Budaya

9
×

Nonton Wayang Bareng Gibran pada Solo, Yusril: Ruwatan Tolak Bala dengan Ritual Budaya

Sebarkan artikel ini
Nonton Wayang Bareng Gibran pada Solo, Yusril: Ruwatan Tolak Bala dengan Ritual Budaya

SOLO – Wali Pusat Kota Solo dan juga sekaligus Wakil Presiden terpilih, Gibran Rakabuming Raka bersatu Ketua Umum DPP PBB Yusril Ihza Mahendra hadir di acara budaya pagelaran wayang kulit. Pertunjukan wayang dengan Lakon Semar Kembar Sembrodo Larung yang dimaksud diselenggarakan pada rumah dinas Wali Daerah Perkotaan Solo, Loji Gandrung, Sabtu, 27 April 2024 tadi malam.

Pagelaran wayang ini menghadirkan Ki Dalang Warseno Slenk, dalang terkenal dan juga adik dalang senior Ki Anom Suroto. Yusril yang digunakan diminta memberikan kata pengantar di acara wayangan yang dimaksud memaparkan wayangan dengan Lakon Semar Kembar Sembodro Larung itu tidak pertunjukan biasa. Pagelaran itu penuh makna spiritual dan juga simbolis sebagai “ruwatan” atau “tolak bala” pada tradisi spiritual Jawa-Islam.

Yusril menjelaskan, yang tersebut diruwat adalah negara, yang mengandung makna sejak merdeka 1945, bervariasi insiden baik menyenangkan maupun tidak, telah terjadi silih berganti terjadi pada perjalanan sejarah bangsa.

“Dengan ruwatan ini, lebih-lebih usai pemilihan raya 2024, kita mendoakan agar tidak ada terbentuk hal-hal buruk pada bangsa kita. Segala bala kemudian bencana yang digunakan akan muncul kita tolak dengan ritual budaya ini. Semoga diperkenankan Tuhan YME,” kata Yusril.

Yusril menambahkan, seluruh elemen warga harus merajut kembali persatuan dan juga kesatuan bangsa ini yang majemuk, bekerja mirip sebagai saudara sebangsa untuk menciptakan perdamaian kemudian merancang sektor ekonomi menuju Indonesia Emas 2045. Budaya, menurut Yusril, akan menjembatani perbedaan-perbedaan ke antara kita.

Yusril serta Gibran meninggalkan pagelaran tepat jam 22.00, sementara wayangan akan berlangsung sampai menjauhi Subuh. Semakin larut, semakin banyak warga Solo serta sekitarnya datang menyaksikan pagelaran ini.

Gibran menyatakan pertemuannya dengan Yusril di Loji Gandrung semata-mata hadir di acara budaya. Tidak ada pembicaraan urusan politik antara keduanya. Yusril juga menyatakan hal yang digunakan identik terhadap para awak media.

Artikel ini disadur dari Nonton Wayang Bareng Gibran di Solo, Yusril: Ruwatan Tolak Bala dengan Ritual Budaya