Berita

Menjejakkan Kaki di Jabal Uhud, Memaknai Sejarah Perang Uhud

16
×

Menjejakkan Kaki di Jabal Uhud, Memaknai Sejarah Perang Uhud

Sebarkan artikel ini
Menjejakkan Kaki ke Jabal Uhud, Memaknai Sejarah Perang Uhud

MADINAH – Siang itu jam menunjukkan pukul 10 pagi waktu Arab Saudi pada waktu kaki menjejakan ke Jabal Uhud . Mentari pagi Madinah cukup menyengat. Saya menjejakan kaki untuk memaknai Perang Uhud .

Di depan makam sahabat Rasulullah, saya mendapatkan penjelasan dari penjaga makam mengenai sejarah Perang Uhud. Selamat datang dalam Kerajaan Arab Saudi.

Anda sekarang berada dalam tempat terjadinya invasi terkenal, Pertempuran Uhud, pada tahun ketiga Hijriah, di bulan Syawal, hari 15 bulan itu, menghadapi otoritas. Nabi kita, Rasulullah SAW juga orang-orang kafir Quraisy.

Orang-orang kafir Quraisy sampai ke arah ini, yang dimaksud ada di belakang Anda, kecuali 3.000 pejuang. Di bawah kepemimpinan Abu Sufyan, semoga Tuhan meridhoi dia, Nabi kita Muhammad SAW, dahulu kala, dari sisi pohon kurma ini, hingga Uhud menjadikan Gunung Uhud ini wajib.

Menjejakkan Kaki di Jabal Uhud, Memaknai Sejarah Perang Uhud

Mataku tertuju ke kiri, menghadap ke arah orang-orang kafir dalam Gunung Aynin, yang tersebut disebut Gunung Pemanah. 40 pemanah, pemimpin mereka itu Abdullah Ibn Omar radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Nabi, semoga Tuhan memberkati beliau kemudian memberinya kedamaian, berkata,

“Semoga Tuhan memberkati beliau serta keluarganya serta memberikannya perdamaian.” Dia berkata: “Dia tidak ada akan meninggalkan tempat itu, tidaklah peduli bagaimana keadaannya.”

Pertempuran dimulai kemudian Nabi menang rampasan perang, dan juga buah delima ditinggalkan ke antara domba-dombanya.

Komandan Abdullah bin Al-Zubayr menasihati mereka itu untuk tak turun, tetapi sebagian besar dari mereka itu bukan tinggal sampai Abdullah bin Jubair juga bersamanya dan juga sembilan lalu 10 dari merekan Ibnu Al-Walid, kami berjalan sama-sama pada lembah Qanat dengan lembah di gunung sampai gunung itu naik, lalu Abdullah bin Jubair lalu orang-orang yang dimaksud bersamanya terbunuh, juga bendera dikibarkan untuk orang-orang kafir, dan juga mereka itu kembali, juga muncul pembunuhan besar-besaran terhadap para Sahabat.

Sebanyak 70 Sahabat Nabi gugur akibat panah. Semoga Tuhan memberkati beliau dan juga keluarganya dan juga memberi dia kedamaian.

Dia jatuh ke pada lubang dekat ujung masjid ke sini. Pertempuran berakhir dengan Nabi, semoga Tuhan memberkati beliau serta memberinya kedamaian, memasuki satu penduduk di belakang sana beliau damai, mulai mengubur keduanya di kuburan serta ketiganya.

Artikel ini disadur dari Menjejakkan Kaki di Jabal Uhud, Memaknai Sejarah Perang Uhud