Berita

Cerita Panglima TNI Mengintai selama 7 Hari dalam Hutan pada waktu Lumpuhkan Tokoh Fretilin

14
×

Cerita Panglima TNI Mengintai selama 7 Hari dalam Hutan pada waktu Lumpuhkan Tokoh Fretilin

Sebarkan artikel ini
Cerita Panglima TNI Mengintai selama 7 Hari di Hutan pada waktu Lumpuhkan Tokoh Fretilin

JAKARTA Jenderal TNI Agus Subiyanto merupakan sosok yang dimaksud tak asing lagi di dalam warga khususnya dalam kalangan ke militer. Bagaimana tidak, ketika ini beliau menduduki jabatan tertinggi di institusi TNI sebagai Panglima TNI yang digunakan mengatur banyak ribu tentara.

Sebelum menduduki puncak karier dari orang prajurit Sapta Marga, Jenderal TNI kelahiran Cimahi, Bandung, Jawa Barat pada 5 Agustus 1967 ini sudah melintasi bermacam tempaan serta latihan yang digunakan sangat keras. Tidak semata-mata itu, Agus Subiyanto juga tentara yang dimaksud kenyang dengan pengalaman tempur dalam medan operasi.

Salah satunya Operasi Seroja dalam Timor Timur (Timtim) yang tersebut sekarang bernama Timor Leste. Di provinsi yang tersebut berada di Timur Tanah Air tersebut, abituren Akademi Militer (Akmil) 1991 dari satuan Kopassus ini menyabung nyawa ketika ditugaskan untuk menangkap pribadi tokoh Fretilin.

Dikutip dari buku berjudul “Believe” diceritakan bagaimana perjuangan Jenderal TNI Agus Subianto pada waktu menyergap kemudian melumpuhkan salah satu tokoh kelompok bersenjata yang berhaluan komunis tersebut.

Sebelum diterjunkan ke medan operasi, Agus Subianto yang digunakan ketika itu baru hanya lulus Akmil kemudian berada dalam mengikuti pelatihan di dalam Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif) Bandung terlebih dahulu digembleng oleh Komandan Batalyon Lintas Udara Bebas 328 Letkol Infanteri Prabowo Subianto yang sekarang menjadi presiden terpilih.

Di Markas Batalyon 328 Cilodong, Agus Subiyanto menjalani pelatihan Syiwa Yudha yang digunakan cukup keras kemudian menguras tenaga selama sembilan bulan lamanya. Dari Markas Batalyon 328, Agus Subiyanto kemudian dibawa ke Bukit Hambalang, Bogor untuk mengikuti latihan ilmu medan selama 10 hari.

Di sana, Agus Subiyanto ditempa menjadi pasukan pemburu. Sebab untuk menghadapi kelompok bersenjata Fretilin yang sejumlah tinggal di hutan belantara taktik terbaik adalah gerilya. Pendidikan juga pembekalan itu yang digunakan mendasari Letkol Inf. Prabowo Subianto membentuk pasukan dengan sandi Rajawali.

“Sebagai tentara gerilya, aku diajarkan untuk bisa jadi bersembunyi ke mana pun, bisa saja dengan cepat berpindah-pindah, menyerang sekonyong-konyong sesudah itu menghilang, melakukan pergerakan senyap,” tuturnya, Kamis (23/5/2024).

Artikel ini disadur dari Cerita Panglima TNI Mengintai selama 7 Hari di Hutan saat Lumpuhkan Tokoh Fretilin