Kesehatan

Apakah Bayi Sering Mengejan Bahaya untuk Kesehatannya? Ini adalah Klarifikasi Dokter

10
×

Apakah Bayi Sering Mengejan Bahaya untuk Kesehatannya? Ini adalah Klarifikasi Dokter

Sebarkan artikel ini
Apakah Bayi Sering Mengejan Bahaya untuk Kesehatannya? Ini adalah adalah Klarifikasi Dokter

JAKARTA – Para ibu pasti pernah mengalami anaknya mengejan atau ngedan seakan sedang buang air besar, padahal tidak. Hal itu menyebabkan sebagian khalayak tua merasa khawatir dengan status si anak.

Lantas, apakah hal itu wajar?

Dokter Spesialis Anak dr. Arifianto, Sp.A(K) menjelaskan, situasi itu disebut diskezia (dyschezia). Jadi, aksi mengejan pada bayi seperti kesulitan buang air besar padahal belum tentu juga mengundurkan diri dari BAB-nya.


“Kadang yang tersebut meninggalkan malah kentut, pipis, atau dapat nggak meninggalkan apa-apa. Kalau lagi pup memang sebenarnya sanggup seperti itu, mengejan sampai merah mukanya. Nggak tega ya,” kata dr. Arifianto pada cuitan di akun X @dokterapin, dikutipkan Mingguan (28/4/2024).

Menurut dr. Arifianto, status yang dimaksud sangat wajar lalu biasanya terbentuk sampai usia anak 9 bulan.

“Jadi status itu tidak kolik ya, alergi protein susu sapi, tidak juga sembelit,” jelasnya.

Dokter Arifianto menjelaskan, situasi yang dimaksud sebagai bentuk tahapan pembelajaran bayi di mengkoordinasikan otot-otot dinding perutnya untuk memacu tinja. Kadang memang sebenarnya dapat sampai menangis bayinya.


“Coba deh bayangkan aja kita jadi bayi, baru mampu telentang, belum pandai duduk. Terus harus BAB sambil telentang. Susah kan! Kentut aja susah sambil berbaring. Minimal harus sambil miring, baru bisa saja mengundurkan diri dari gasnya,” tuturnya.

Jadi para ibu yang mengawasi bayinya mengejan kencang untuk kentut atau BAB, sebaiknya ganti sikap untuk mendudukkan si kecil.

“Supaya bayinya lebih banyak nyaman. Makin besar bayinya, akan makin berkurang dyschezia-nya,” kata dr. Arifianto.

Artikel ini disadur dari Apakah Bayi Sering Mengejan Bahaya untuk Kesehatannya? Ini Penjelasan Dokter