Internasional

Perkembangan Yahudi ke Iran, Jadi Salah Satu Komunitas Agama Tertua yang digunakan Masih Bertahan Hingga Saat Hal ini

11
×

Perkembangan Yahudi ke Iran, Jadi Salah Satu Komunitas Agama Tertua yang digunakan Masih Bertahan Hingga Saat Hal ini

Sebarkan artikel ini
Perkembangan Yahudi ke Iran, Jadi Salah Satu Komunitas Agama Tertua yang digunakan digunakan Masih Bertahan Hingga Saat Hal ini

TEHERAN – Perkembangan Yahudi pada Iran rupanya menyimpan sejarah yang tersebut panjang. Meskipun pada waktu ini Iran terkesan sebagai negara Islam yang sangat membenci Yahudi, namun pada sejarahnya Yahudi merupakan salah satu komunitas agama minoritas tertua dalam negara tersebut.

Orang-orang Yahudi pertama tiba pada Persia sebagai tawanan Babilonia setelahnya jatuhnya Bait Suci Pertama pada tahun 586 Sebelum Masehi (SM), ketika raja Babilonia, Nebukadnezar, menaklukkan Yerusalem.

Dilansir dari Jewish Virtual Library, Komunitas Yahudi ke Persia, sekarang Iran, adalah salah satu komunitas tertua ke Diaspora, kemudian akar sejarahnya berasal dari abad ke-6 SM.

Populasi Yahudi di Persia pada bawah dinasti Sassanid (226-642 M) mengalami perkembangan yang cukup pesat lalu sempat menyebar ke bermacam wilayah. Meski begitu, orang-orang Yahudi terus-menerus mengalami penindasan kemudian penganiayaan.

Masuknya Islam ke Persia

Hingga pada akhirnya terjadilah invasi Muslim Arab pada tahun 642 M yang mengakhiri masa kejayaan Persia, menjadikan Islam sebagai agama negara, serta memberikan dampak besar pada pendatang Yahudi.

Ketika Islam menyebar dengan cepat, para pemimpin Muslim terpaksa mencari cara untuk menghadapi komunitas non-Muslim, salah satunya sejumlah khalayak Yahudi, yang mana beberapa ke antaranya tersebar ke sebagian besar kota.

Kala itu warga Yahudi ke Persia dipaksa memakai ban lengan berwarna kuning, sedangkan umat Kristen memakainya dengan warna biru.

Sepanjang abad ke-19, orang-orang Yahudi dianiaya juga terkena diskriminasi. Terkadang seluruh komunitas dipaksa pindah agama. Selama abad ke-19, terbentuk sejumlah imigrasi ke Tanah Israel, dan juga pergerakan Zionis menyebar ke seluruh masyarakat.

Yahudi pada Masa Dinasti Phalavi lalu Revolusi Iran

Ketika Iran berada di bawah Dinasti Pahlavi, yang mana didirikan pada tahun 1925, negara ini mengalami sekularisasi dan juga berorientasi ke Barat.

Hal ini sangat menguntungkan orang-orang Yahudi yang dimaksud dibebaskan lalu memainkan peran penting pada perekonomian dan juga keberadaan budaya.

Artikel ini disadur dari Perkembangan Yahudi di Iran, Jadi Salah Satu Komunitas Agama Tertua yang Masih Bertahan Hingga Saat Ini