Kesehatan

Penyakit Kanker Tidak Lagi Ditanggung BPJS, Warga Diminta Deteksi Dini

8
×

Penyakit Kanker Tidak Lagi Ditanggung BPJS, Warga Diminta Deteksi Dini

Sebarkan artikel ini
Penyakit Kanker Tidak Lagi Ditanggung BPJS, Warga Diminta Deteksi Dini

JAKARTA – Kanker berubah menjadi salah satu penyakit yang digunakan menyebabkan hitungan kematian. Bahkan, bilangan bulat kasusnya terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Terdapat banyak unsur yang tersebut sanggup memulai munculnya tumor ganas , seperti gaya hidup tidak ada baik juga komponen genetik atau keturunan. Terlebih, pada waktu ini berbagai pendatang yang dimaksud miliki gaya hidup serba instan, hal ini yang mana membuatnya rentan terkena kanker.

Berdasarkan data dari Global Burden of Cancer Study (Globocan), jumlah keseluruhan kematian akibat neoplasma di dalam Indonesia pada 2020 mencapai 234.511 orang. Sedangkan nomor kasihnya diperkirakan sekita 136 pemukim per 100.000 penduduk.

Menanggapi hal tersebut, Dokter Penyakit Dalam Konsultan Hematologi-Onkologi Medik, Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD-KHOM, FINASIM mengungkap tantangan yang tersebut dihadapi Indonesia pada menekan perkara kanker.

Prof. Aru menjelaskan kesadaran komunitas untuk deteksi dini serta waspada terhadap karsinoma masih sangat kecil. Bukan cuma itu, kurangnya dana juga berubah jadi tantangan tersendiri.

“Kesadaran masyarakat. Lalu, dana untuk program-program deteksi dini untuk menyelenggarakan lembaga pendidikan itu kan butuh dana,” jelas Prof. Aru pada konferensi pers HUT ke-47 Tahun Yayasan Kanker Tanah Air (YKI), di dalam Graha Bhakti Budaya, Ibukota Pusat, Selasa (23/4/2024).

Prof. Aru menjelaskan bahwa dana sangat dibutuhkan untuk mengadakan program-program edukasi terkait kanker. Sehingga melalui inisiatif tersebut, rakyat bermetamorfosis menjadi lebih tinggi sadar serta waspada terhadap kanker.

Pasalnya, hingga pada waktu ini, bukan semua pendatang mengerti dan juga mempunyai inisiatif yang tersebut tinggi terhadap keberadaan tumor ganas dalam tubuhnya.

Lebih lanjut, Prof. Aru mengungkapkan bahwa pada waktu ini pun meningkatnya tindakan hukum menciptakan para tenaga medis pun keteteran pada mengatasinya. Apalagi saat ini tidak ada semua layanan kesejahteraan neoplasma sanggup ditanggung oleh Badan Penyelenggara Garansi Sosial (BPJS).

Artikel ini disadur dari Penyakit Kanker Tidak Lagi Ditanggung BPJS, Masyarakat Diminta Deteksi Dini