Sports

Kasus Child Grooming di dalam Game Online Marak, Orang Tua Harus Waspada!

12
×

Kasus Child Grooming di dalam Game Online Marak, Orang Tua Harus Waspada!

Sebarkan artikel ini
Kasus Child Grooming pada pada Game Online Marak, Orang Tua Harus Waspada!

JAKARTA – Orang tua harus waspada dengan tren child grooming yang digunakan diwujudkan lewat game online. Dampaknya mampu sangat berbahaya bagi anak-anak dalam bawah umur.

Apa itu child grooming? Child grooming adalah tahapan dalam mana individu predator mendirikan kepercayaan juga ikatan emosional dengan orang anak.

Tujuannya mengerikan: untuk eksploitasi seksual. Intinya, child grooming adalah taktik manipulatif yang mana dikerjakan secara perlahan dan juga bertahap, sehingga anak sulit mengenali bahaya. Dan ini diwujudkan lewat video game.

Kasus Child Grooming Viral di dalam X

Beberapa hari terakhir warganet sibuk membicarakan persoalan hukum child grooming pada media sosial X (Twitter).

Akun X @olafaa_ mengunggah utas (thread) berisi foto-foto cuplikan layar (screenshot) dari teks berkonotasi seksual antara individu pria berumur lalu individu yang terjebak yang diduga pelajar Sekolah Dasar berusia 12 tahun.

“Korban adalah adik dari teman saya yang tersebut melaporkan perkara ini,” cuit @olafaa_.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan juga Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menyampaikan bahwa perkara child grooming yang dimaksud belakangan marak terbentuk dalam Indonesia.

“Tren terbaru dipicu kebiasaan masyarakat, khususnya anak-anak yang digunakan sekarang ini telah tidaklah bisa jadi sangat jauh dari penyelenggaraan serta pengaruh gadget,” beber Ratna Susianawati, Deputi Area Perlindungan Hak Perempuan Kemen PPPA.

“Metode sekarang, predator menggunakan platform digital seperti game untuk menjalankan aksinya,” tambah Ratna sembari mengumumkan bahwa pornografi anak ke media sosial juga marak.

Deputi Perlindungan Khusus Anak Kemen PPPA Nahar mengumumkan serangkaian child grooming ketika ini semakin mengkhawatirkan. Karena tersembunyi ke ciri chat di dalam pada media game/pribadi, memang benar child grooming relatif susah dilacak.

Predator Menormalisasi Konten Pornografi

Proses child grooming mampu sangat panjang serta berlahan. Hal ini yang dimaksud menyebabkan orang yang terluka acap terlena. Pertama, predator mencari anak-anak yang digunakan rentan. Mungkin mengalami kesulitan ke rumah, kesepian, atau ingin diperhatikan. Lingkungan game berubah jadi media yang ideal.

Kemudian, predator berjuang membentuk ikatan dengan anak. Misalnya berpura-pura jadi teman, berempati dengan kesulitan mereka, kemudian memberikan perhatian dan juga pujian.

Predator lantas menawarkan pengertian, bantuan, atau hadiah untuk memenuhi permintaan emosional atau fisik anak.

Terakhir, predator perlahan memperkenalkan percakapan seksual atau materi pornografi, menormalkan perilaku ini kemudian mengikis hambatan anak. Dan akhirnya terbentuk kontak fisik, ataupun eksploitasionline.

Artikel ini disadur dari Kasus Child Grooming di Game Online Marak, Orang Tua Harus Waspada!