Berita

DPR Kuantitas otoritas Perlu Perkuat Diplomasi untuk Damai ke Timur Tengah

8
×

DPR Kuantitas otoritas Perlu Perkuat Diplomasi untuk Damai ke Timur Tengah

Sebarkan artikel ini
DPR Kuantitas otoritas Perlu Perkuat Diplomasi untuk Damai ke Timur Tengah

JAKARTA – DPR menganggap pemerintah penting meningkatkan kekuatan pendekatan diplomasi untuk perdamaian di dalam Timur Tengah (Timteng). otoritas juga harus menjaga hubungan yang digunakan kuat dengan negara-negara sahabat pada Timteng.

Kerja sejenis yang digunakan semakin kuat dengan negara-negara lain juga dianggap penting untuk mengatasi dampak konflik geopolitik terhadap kondis di Tanah Air. Anggota Komisi I DPR Helmy Faishal Zaini memandang konflik di dalam Timteng sejauh ini sudah pernah memengaruhi stabilitas sektor ekonomi global.

Kondisi yang dimaksud bisa jadi berdampak negatif pada dunia usaha Indonesia, memperburuk status sosial lalu keamanan. “Untuk mempertahankan agar konflik geopolitik ke Timur Tengah tidaklah mempengaruhi situasi keamanan dalam Indonesia, pemerintah perlu mengambil pendekatan diplomasi yang dimaksud kuat dengan memasarkan perdamaian lalu menekankan pentingnya dialog multilateral,” ujar Helmy, Akhir Pekan (28/4/2024).

Dia juga mengkaji pemerintah penting waspada terhadap situasi yang tersebut berjalan ke Timteng, khususnya mengenai dampak dunia usaha seperti fluktuasi nilai minyak lalu gangguan jiwa perdagangan yang digunakan mampu memengaruhi stabilitas dunia usaha Tanah Air.

“Dengan menguatkan kerja serupa internasional, meningkatkan keamanan domestik, serta menguatkan resiliensi ekonomi, Negara Indonesia dapat menghurangi dampak negatif dari konflik di dalam Timur Tengah,” imbuhnya.

Sementara itu, anggota Komisi I DPR Muhammad Farhan berpendapat bahwa melindungi hubungan yang mana kuat dengan negara-negara sahabat dalam Timur Tengah diperlukan dikerjakan pemerintah. “Jangan tunjukkan niat atau sikap seolah ingin menjalin hubungan diplomasi dengan Israel. Sehingga Indonesia tetap dihormati sebagai negara yang tersebut konsisten,” ujar Farhan.

Dia memandang terhambatnya impor minyak mentah dan juga substansi pangan dasar seperti beras, kedelai, juga gandum merupakan dampak dari konflik di dalam Timur Tengah yang harus diwaspadai apabila perairan Teluk Persia, Hormuz, lalu Suez terganggu. Pasalnya, hal yang dimaksud akan segera memengaruhi arus masuk keinginan pokok. “Akibatnya nilai tukar akan naik lalu naiknya harga tinggi,” ucapnya.

Adapun dari sisi keamanan, Farhan mengamati dampaknya tak terlalu besar jikalau konteksnya keamanan wilayah atau intervensi militer asing atau terorisme. “Bisa dikatakan risikonya tidaklah tinggi. Kemungkinan risiko terorisme semata-mata jikalau sel terorisme radikal ke Filipina melakukan aktivasi sebagai bentuk serangan untuk sekutu negara Israel kemudian Amerika,” pungkasnya.

Artikel ini disadur dari DPR Nilai Pemerintah Perlu Perkuat Diplomasi untuk Perdamaian di Timur Tengah