Internasional

Demokratis Bukan Lagi Jadi Parameter, Pemilih Global Cenderung Pilih Pemimpin yang mana Tangguh

6
×

Demokratis Bukan Lagi Jadi Parameter, Pemilih Global Cenderung Pilih Pemimpin yang mana Tangguh

Sebarkan artikel ini
Demokratis Bukan Lagi Jadi Parameter, Pemilih Global Cenderung Pilih Pemimpin yang tersebut mana Tangguh

LONDON – Para pemilih pada 19 negara, termasuk pada tiga negara demokrasi terbesar di dunia, sangat skeptis mengenai apakah pemilihan kebijakan pemerintah dia berlangsung bebas serta adil, serta berbagai yang digunakan memperkuat pemimpin yang mana kuat lalu tidak ada demokratis. Itu terungkap di sebuah penelitian yang digunakan dirilis beberapa hari lalu.

Lebih dari 50 negara akan mengadakan pilpres pada tahun 2024

Laporan yang dimaksud dikeluarkan oleh Institut Internasional untuk Demokrasi serta Bantuan Pemilu, atau International IDEA, menyimpulkan bahwa “lembaga-lembaga demokrasi tidak ada memenuhi harapan masyarakat.” Organisasi beranggotakan 35 penduduk ini mengiklankan demokrasi pada seluruh dunia.

“Sudah saatnya persepsi masyarakat terpusat pada perbincangan mengenai masa depan demokrasi; analisis ini adalah langkah awal yang tersebut kecil namun penting menuju upaya tersebut,” tulis organisasi yang digunakan berbasis pada Stockholm tersebut, dilansir AP.

Survei yang disebutkan memiliki margin kesalahan sekitar 2-4% dan juga jumlah total responden ke setiap negara sekitar 1.500. Satu-satunya pengecualian adalah Kepulauan Solomon, yang mana populasinya kecil sehingga memiliki sampel representatif banyaknya 526 orang.

Di 17 negara, kurang dari separuh masyarakatnya merasa puas dengan pemerintahnya, demikian temuan International IDEA. Survei yang dimaksud mencakup tiga negara demokrasi terbesar – Brasil, India, lalu Amerika Serikat.

Di delapan negara, “lebih berbagai pemukim miliki pandangan yang baik terhadap ‘pemimpin kuat yang bukan harus repot dengan parlemen atau pemilu,’” kata lembaga tersebut, seraya menambahkan bahwa India lalu Tanzania menonjol sebagai negara “dengan tingkat dukungan yang dimaksud relatif besar terhadap manusia ‘pemimpin yang tersebut kuat.’”

Hanya pada empat negara yang dimaksud “mayoritasnya merasa perekonomian dia tambahan baik dibandingkan warga tua mereka,” menurut penelitian setebal 95 halaman yang dimaksud bertajuk “Survei Persepsi Demokrasi.” Ia menambahkan bahwa dalam sebagian besar negara, kelompok minoritas tambahan meragukan kredibilitas pilpres dibandingkan negara lain.

Kelompok masyarakat termiskin pada Brasil, Kolombia, Rumania, lalu Sierra Leone, lebih banyak cenderung menyetujui kinerja pemerintah dibandingkan masyarakat lainnya.

Artikel ini disadur dari Demokratis Bukan Lagi Jadi Parameter, Pemilih Global Cenderung Pilih Pemimpin yang Kuat