Kesehatan

Deep Brain Stimulation Jadi Penanganan Terbaik Penderita Parkinson

5
×

Deep Brain Stimulation Jadi Penanganan Terbaik Penderita Parkinson

Sebarkan artikel ini
Deep Brain Stimulation Jadi Penanganan Terbaik Penderita Parkinson

SURABAYA – Parkinson adalah penyakit sistem saraf pusat yang bersifat menahun dan juga progresif. Parkinson bukanlah penyakit yang mana baru muncul, melainkan sudah ada dikenalkan sejak 207 tahun silam oleh salah manusia dokter dari London, Inggris, bernama James Parkinson.

James Parkinson mendeskripsikan Parkinson sebagai penyakit dengan gejala masalah gerak. Parkinson termasuk penyakit neurodegenerative terbanyak kedua pasca Alzheimer. Parkinson juga mungkin menyebabkan disabilitas hingga meningkat risiko kematian pada penderitanya.

Parkinson ditandai dengan gejala gangguan mental gerak dalam bentuk kekakuan otot dan juga perlambatan gerak. Penderita Parkinson bisa jadi belaka mengalami gejala yang dimaksud disertai dengan tremor dan juga hilangnya stabilitas penopang tubuh.


Menurut Dr. dr. Achmad Fahmi SpBS(K)SubspNF FINPS IFAANS dari National Hospital Surabaya, asal-mula penyakit Parkinson belum diketahui secara pasti.

Secara teori ada empat gejala Parkinson yang mudah-mudahan dikenali. Dokter Achmad Fahmi menyingkatnya dengan TRAP yaitu Tremor (testing tremor), Regidity (kekakuan), Akinesia (kelambatan), juga Postural Inbalace (gangguan keseimbangan).

Menurut dokter pertama yang dimaksud melakukan operasi Parkinson ke Negara Indonesia itu, secara mekanisme Parkinson muncul akibat dari adanya kecacatan sel saraf substantia nigra yang mana menciptakan zat dopamine pada otak.

“Parkinson merupakan salah satu jenis penyakit kelainan gerak (movement disorders). Ciri yang mana rutin kali muncul adalah tremor, rigidity, akinesia, dan juga postural instability,” tutur dr. Achmad Fahmi.

Penanganan pada penyakit Parkinson yang dimaksud diakui di dalam seluruh globus ketika ini melalui pemberian atau konsumsi medikasi hingga tindakan operasi Deep Brain Stimulation (DBS) serta Stereotaktik Brain Lesion (SBL). Tahun ini bermetamorfosis menjadi momen 10 tahun National Hospital melakukan tindakan operasi DBL.

Pada 2014, National Hospital sebagai rumah sakit pertama di Negara Indonesia yang tersebut diinisiasi Dr. dr. Achmad Fahmi SpBS(K)FINPS FAANS sebagai dokter pertama yang melakukan tindakan operasi pemasangan DBS ke Indonesi kala itu kemudian menghadirkan Medtronic untuk menghadirkan alat Deep Brain Stimulation (DBS) agar tersedia lalu dapat digunakan oleh pasien-pasien Parkinson.


Pasien pertama yang digunakan diimplan dengan neurostimulator non-rechargeable ACTIVA PC menunjukkan hasil yang digunakan sangat memuaskan, mencerminkan efektivitas lalu keamanan teknologi yang digunakan digunakan pada meningkatkan kualitas hidup pasien.

Artikel ini disadur dari Deep Brain Stimulation Jadi Penanganan Terbaik Penderita Parkinson