Internasional

WHO: kekurangan substansi bakar perburuk situasi layanan kesegaran di Wilayah Gaza

8
×

WHO: kekurangan substansi bakar perburuk situasi layanan kesegaran di Wilayah Gaza

Sebarkan artikel ini
WHO: kekurangan substansi bakar perburuk situasi layanan kesegaran di dalam Wilayah Kawasan Gaza

Athena – Direktur Jenderal Organisasi Aspek Kesehatan Global (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengemukakan kekurangan komponen bakar yang digunakan parah telah dilakukan memperburuk situasi layanan kesejahteraan ke Wilayah Gaza lalu menyerukan segera dibukanya kembali penyeberangan Rafah.

“Hanya 90.000L (liter) material bakar yang tersebut masuk ke Daerah Gaza kemarin. Bidang kesejahteraan cuma membutuhkan 80.000 liter setiap hari, sehingga memaksa PBB, diantaranya WHO serta mitranya untuk menghasilkan pilihan yang digunakan mustahil,” kata Ghebreyesus di sebuah pernyataan yang mana diposting pada X, Jumat.

Ghebreyesus menuturkan para mitra mengarahkan pasokan unsur bakar yang tersebut terbatas ke rumah sakit-rumah sakit utama seperti Nasser Medical Complex, Rumah Sakit Al-Amal, serta Rumah Sakit Lapangan Kuwait dan juga 21 ambulans untuk merawat layanan kekal berjalan.

Dia juga menyampaikan peringatan bahwa kehilangan lebih tinggi berbagai rumah sakit akan berubah jadi bencana besar.

“Kami sekali lagi mengeluarkan seruan mendesak agar penyeberangan Rafah dibuka kembali kemudian aliran substansi bakar, makanan, air, kemudian pasokan medis yang mana berkelanjutan diizinkan masuk dan juga melintasi Gaza,” ucapnya.

Israel, yang mana mengabaikan resolusi Dewan Ketenteraman PBB yang digunakan menuntut gencatan senjata segera, sudah pernah menghadapi kecaman internasional dalam sedang serangan brutal yang terus berlanjut ke Wilayah Gaza sejak serangan kelompok Palestina organisasi Hamas pada 7 Oktober 2023.

Lebih dari 38.000 warga Palestina telah dilakukan terbunuh, sebagian besar penderita adalah perempuan juga anak-anak, juga lebih tinggi dari 87.000 lainnya terluka, menurut otoritas kebugaran setempat.

Hampir sembilan bulan setelahnya pertempuran Israel, sebagian besar wilayah Daerah Gaza hancur akibat blokade makanan, air bersih, dan juga obat yang digunakan melumpuhkan.

negeri Israel dituduh melakukan genosida di Mahkamah Internasional yang mana tindakan terbarunya memerintahkan tanah Israel untuk segera menghentikan operasi militernya ke kota selatan Rafah, tempat lebih tinggi dari satu jt warga Palestina mencari pemeliharaan dari peperangan sebelum diserbu pada 6 Mei.

Informan : Anadolu

Artikel ini disadur dari WHO: kekurangan bahan bakar perburuk situasi layanan kesehatan di Gaza