Internasional

WHO ingatkan krisis medis mendesak menghadapi perintah pengeluaran baru pada Wilayah Gaza

3
×

WHO ingatkan krisis medis mendesak menghadapi perintah pengeluaran baru pada Wilayah Gaza

Sebarkan artikel ini
WHO ingatkan krisis medis mendesak menghadapi perintah pengeluaran baru pada Wilayah Wilayah Gaza

London/Jenewa – Organisasi Bidang Kesehatan Planet (WHO) pada Selasa menyampaikan peringatan akan terjadinya krisis perawatan kebugaran yang tersebut mengalami penurunan ke Daerah Gaza menyusul perintah penyelamatan darurat baru di dalam Daerah Perkotaan Gaza.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, menggarisbawahi dampak buruk perintah penyelamatan yang dimaksud terhadap pelayanan medis yang tersebut sudah ada sangat terbatas di wilayah itu.

"Tidak ada sudut yang mana aman ke Gaza," kata Ghebreyesus di sebuah pernyataan. "Laporan terbaru tentang perintah penyelamatan darurat ke Pusat Kota Kawasan Gaza akan tambahan menghambat penyediaan perawatan yang mana telah sangat terbatas untuk dapat menyelamatkan nyawa manusia," katanya menambahkan.

WHO melaporkan rumah sakit-rumah sakit penting seperti Al-Ahli dan juga Patient Friendly telah tiada beroperasi.

Pasien dari dua rumah sakit itu terpaksa mengungsi sendiri, dikeluarkan dari rumah sakit sebelum waktunya, atau dirujuk ke rumah sakit lain.

RS Kamal Adwan dan juga RS Indonesia, yang mana pada masa kini bertanggung jawab merawat pasien-pasien tersebut, sedang bergulat akibat kelangkaan komponen bakar, tempat tidur, dan juga perlengkapan trauma medis.

RS Tanah Air pada waktu ini beroperasi dengan tiga kali kapasitasnya, kemudian berada dalam berjuang untuk menangani lonjakan pasien. Sedangkan RS Al-Helou, yang tersebut terletak di dalam di blok yang tersebut terkena perintah evakuasi, masih beroperasi namun semata-mata sebagian.

Sementara itu, RS As-Sahaba kemudian Al-Shifa, yang tersebut dekat dengan zona evakuasi, masih terus berfungsi  hingga pada waktu ini, meskipun status dia genting mengingat lokasinya yang tersebut dekat wilayah konflik.

Selain itu, enam titik layanan keseimbangan dan juga dua pusat layanan kebugaran utama berada ke zona evakuasi, sehingga semakin membebani infrastruktur layanan kesehatan.

Ghebreyesus menyampaikan peringatan bahwa sarana medis penting ini dapat dengan cepat bukan berfungsi dikarenakan adanya pertempuran dalam sekitarnya atau hambatan akses.

WHO menyerukan gencatan senjata untuk melakukan konfirmasi bantuan medis dapat menjangkau mereka itu yang digunakan sangat membutuhkan kemudian orang yang terluka luka mendapatkan perawatan yang tepat. 

Juru bicara WHO Tarik Jasarevic di pengarahan pers di Jenewa memaparkan bahwa dari 36 rumah sakit yang dimaksud berada di dalam Gaza, hanya saja 13 yang mana berfungsi sebagian.

Jasarevic menekankan bahwa pada sepekan terakhir, pasien serta staf medis mengungsi dari tiga rumah sakit ke selatan Wilayah Gaza akibat takut akan aktivitas militer yang tersebut intens yang digunakan dapat menciptakan prasarana kesejahteraan tidaklah berfungsi atau tidak ada dapat diakses. 

Sementara kapasitas tempat tidur secara kumulatif ke enam rumah sakit yang berfungsi sebagian di Wilayah Gaza selatan, di antaranya tiga di dalam Deir al Balah kemudian tiga dalam Khan Younis, pada saat ini berjumlah 1.334 tempat tidur.

Kendati demikian, dari total 11 rumah sakit lapangan di dalam jalur yang disebutkan – tiga harus ditutup sementara, kemudian empat dalam antaranya masih berfungsi sebagian, akibat pertempuran dalam Rafah serta berkurangnya akses.

Sementara, sebagian besar rumah sakit lapangan ke Rafah dipindahkan ke wilayah pusat, tambahnya.

Jasarevic yang digunakan mengutip Kementerian Kesejahteraan Palestina, mengungkapkan 34 warga meninggal akibat kekurangan gizi lalu dehidrasi.

Sejak pertengahan Oktober, terdapat 865.000 persoalan hukum infeksi saluran pernapasan atas, 485.000 persoalan hukum diare, 96.417 tindakan hukum kutu lalu kudis, 60.130 persoalan hukum ruam kulit, 10.038 perkara impetigo, juga 9.274 persoalan hukum cacar air sudah pernah dilaporkan di tempat penampungan pengungsi, menurut Jasarevic.

“Tidak ada truk WHO yang digunakan menyeberangi Wilayah Gaza pada minggu sesudah itu sebab Karem Shalom tetap ditutup,” katanya. 

Sumber: Anadolu

 

Artikel ini disadur dari WHO ingatkan krisis medis mendesak atas perintah evakuasi baru di Gaza