Lifestyle

Ulfa, anak tukang ukir dengan syarat Jepara raih peringkat Magister dalam FEB UGM

8
×

Ulfa, anak tukang ukir dengan syarat Jepara raih peringkat Magister dalam FEB UGM

Sebarkan artikel ini
Ulfa, anak tukang ukir dengan persyaratan Jepara raih peringkat Magister pada FEB UGM

Pada awalnya saya ingin bermetamorfosis menjadi dokter. Tapi karena keterbatasan biaya, pendatang tua ingin saya meneruskan sekolah pada jenjang SMK dengan harapan setelahnya lulus dapat dengan segera bekerja

Jakarta – Ulfatun Nikmah, seseorang anak tukang ukir jika Jepara, Jawa Tengah (Jateng), berhasil meraih penghargaan Magister dari Fakultas Kondisi Keuangan dan juga Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM) pada April 2024 lalu.

 
Gadis yang digunakan biasa disapa Ulfa yang disebutkan berhasil membuktikan bahwa ia bisa saja bersaing dengan lulusan lainnya, meskipun semata-mata berasal dari keluarga yang sederhana.

 

Anak dari pasangan Bapak Muhlasin juga Ibu Masruroh ini bukan hanya saja sanggup menembus Pascasarjana FEB UGM, tetapi juga sanggup bersaing dan juga berhasil memperoleh beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan).

 

"Pada awalnya saya ingin bermetamorfosis menjadi dokter. Tapi karena keterbatasan biaya, warga tua ingin saya meneruskan sekolah pada jenjang SMK dengan harapan setelahnya lulus mampu dengan segera bekerja," kata Ulfa melalui informasi di Jakarta, Kamis.

 

Ulfa yang tersebut dahulu mempelajari Akuntansi di SMKN 3 Jepara itu berubah menjadi tertarik dengan bidang tersebut, sehingga menguatkan keinginannya untuk melanjutkan sekolah ke bidang ini.

 

Karena keterbatasan finansial dan juga keinginan untuk menyekolahkan adiknya, pada awalnya pemukim tua Ulfa menolak untuk menyekolahkannya ke jenjang yang digunakan lebih tinggi tinggi, namun pada akhirnya Ulfa meyakinkan penduduk tuanya bahwa lembaga pendidikan tinggi akan memberinya potensi untuk mendapatkan pekerjaan yang tersebut lebih tinggi baik dan juga membantu keluarga pada masa depan.

 

Berkat ketekunan lalu prestasi yang dimaksud ia capai selama ke SMK, Ulfa berhasil masuk kegiatan S-1 Akuntansi pada Universitas Negeri Semarang (Unnes), Semarang, Jateng, melalui jalur prestasi kemudian memperoleh beasiswa Bidikmisi (sekarang namanya Kartu Nusantara Pintar-Kuliah/KIP Kuliah).

 

Meskipun menghadapi cemoohan dari tetangga yang tersebut meremehkan keadaan ekonominya, Ulfa tidak ada menyerah. Justru sebaliknya, cemoohan yang dimaksud bermetamorfosis menjadi pendorong baginya untuk membuktikan bahwa anak dari keluarga kurang mampu pun mampu berprestasi tinggi.

 

Pengalaman juga ilmu yang didapatkan Ulfa selama dalam SMK sangat membantu pada bangku kuliah, teristimewa pada semester awal. Ulfa kerap ditunjuk oleh dosen untuk menjadi pemimpin kelompok belajar, oleh sebab itu pengetahuannya yang tersebut sudah ada terasah sejak SMK.

 

"Pengalaman ini sangat membantu saat saya melanjutkan ke jenjang S-1, akibat berbagai mata kuliah dasar yang digunakan sudah ada saya pelajari sebelumnya," ungkap gadis kelahiran tahun 1998 tersebut.

 

Kemudian Ulfa melanjutkan studinya ke jenjang magister pada UGM berkat beasiswa LPDP. Selama perkuliahan Ulfa tak hanya sekali berfokus pada studi, tetapi juga terlibat di berubah-ubah kegiatan organisasi serta kompetisi, dan juga bekerja paruh waktu memberikan les untuk anak-anak.

Hal ini membuatnya tidaklah belaka unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan kepemimpinan lalu jaringan yang luas.

 

Kini Ulfa sudah menyelesaikan studi magister di UGM dengan waktu 1 tahun 10 bulan 24 hari kemudian meraih IPK 3,89. Kesuksesan ini berubah menjadi pencapaian besar pada hidup Ulfa juga membanggakan kedua warga tuanya yang tersebut dulunya tidaklah pernah membayangkan putri sulungnya dapat mengenyam lembaga pendidikan tinggi.

 

Saat ini Ulfa bekerja di perusahaan ahli konsultasi bidang teknologi informasi ke Yogyakarta. Ke depan ia masih berkeinginan kuat untuk melanjutkan studi ke jenjang S-3 juga berubah menjadi dosen untuk berkontribusi pada memajukan institusi belajar dalam Indonesia.

 

Kisah Ulfa adalah bukti nyata bahwa keterbatasan dunia usaha tak bermetamorfosis menjadi penghalang untuk meraih prestasi tinggi. Dengan semangat, ketekunan, serta dukungan yang digunakan tepat, setiap khalayak miliki kesempatan untuk mencapai mimpinya.
 
"Tidak ada cita-cita yang terlalu tinggi, bahkan bagi mereka itu yang memiliki keterbatasan. Karenanya jikalau cita-cita belum tercapai, tinggikan perniagaan lalu doa untuk meraihnya. Kalau yang digunakan lain bisa, kita anak SMK juga bisa," kata Ulfa.

 

Artikel ini disadur dari Ulfa, anak tukang ukir asal Jepara raih gelar Magister di FEB UGM