Lifestyle

Selain Durian, Buah Kelapa juga Dilarang Dibawa di Penerbangan

8
×

Selain Durian, Buah Kelapa juga Dilarang Dibawa di Penerbangan

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Sebagian maskapai penerbangan melarang penumpang menghadirkan durian ke pada kabin dikarenakan baunya yang menyengat bisa saja mengganggu. Ternyata bukanlah cuma durian, ada buah lain yang dimaksud juga dilarang dibawa pada pada penerbangan karena mungkin terbakar secara spontan.  

Dilansir dari Express.co.uk, berdasarkan Daftar Barang Sangat Merugikan Asosiasi Transportasi Lingkungan Internasional atau International Air Transportasi Association (IATA) yang terbaru, kelapa dianggap dapat menyebabkan bahaya kesejahteraan serta keselamatan. Penumpang diperbolehkan bawa kelapa utuh ke tas jinjing, namun daging kelapa kering di dalamnya, yang disebut kopra, dinilai berpotensi menyebabkan masalah.

Kenapa Kelapa Dilarang? 

Daging buah kelapa mengandung banyak minyak sehingga sangat sederhana terbakar juga memiliki kemungkinan mengakibatkan risiko kebakaran. Ini adalah bukan diperbolehkan di bagasi jinjing atau bagasi terdaftar.

Oleh akibat itu, sebagian besar maskapai penerbangan telah terjadi melarangnya sebab risiko kebakaran yang digunakan ditimbulkannya. Satu-satunya pengecualian terhadap peraturan ini berlaku untuk produk-produk kelapa kemasan eceran.

IATA mengkategorikan kelapa kering sebagai Barang Sangat Membahayakan Kelas 4 dan juga menandainya sebagai benda padat yang tersebut ringan terbakar. Kopra tergolong rentan terhadap pemanasan spontan di kondisi normal yang ditemui selama transportasi udara.

Kelapa kering sangat ringan terbakar sehingga serupa dengan barang-barang seperti korek api, pemantik api, bubuk logam, lalu baterai, masuk di daftar Barang Sangat Membahayakan IATA.

Pernyataan di portal IATA berbunyi, “IATA bekerja identik dengan pemerintah area lalu ICAO pada pengembangan peraturan. Dengan cara ini, kami meyakinkan bahwa peraturan serta pedoman mengenai pengangkutan barang berbahaya efektif serta praktis di operasional.

Panduan Peraturan Barang Sangat Merugikan (DGR) IATA adalah referensi global untuk pengiriman barang berbahaya melalui udara lalu satu-satunya standar yang tersebut diakui oleh maskapai penerbangan.”

Barang Lain yang digunakan Dilarang Dibawa pada waktu Naik Pesawat

Otoritas Penerbangan Sipil telah dilakukan mencantumkan daging kelapa yang sangat ringan terbakar di dalam antara barang-barang lalu zat-zat yang mana dilarang untuk dibawa pada tas tangan. Barang lainnya termasuk:

-Oksigen cair
-Bahan yang dimaksud enteng meledak
-Amunisi
-Senjata api, senjata api serta semua perangkat lain yang melegakan proyektil, satu di antaranya replikanya
-Kompor berkemah
-Termometer air raksa
-Bahan peledak salah satunya kembang api
-Instrumen tumpul termasuk tongkat baseball serta pancing
-Zat kimia atau beracun
-Alat-alatnya antara lain bor serta linggis
-Benda tajam di antaranya pisau kemudian silet – meskipun pisau cukur sekali pakai diperbolehkan
-Papan hover
-Smart Luggage dengan elemen penyimpan daya tertentu
-Popper pesta
-Kartrid cetak serta toner yang tersebut beratnya tambahan dari 500 gram.

Sejumlah negara dalam Eropa seperti Inggris menerapkan batasan khusus mengenai apa yang digunakan boleh dibawa dengan pesawat. Bagi mereka yang digunakan datang dari Uni Eropa, Swiss, atau Lichtenstein, boleh bawa buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, lalu biji-bijian untuk keperluan pribadi. Namun, penumpang yang mana datang dari negara lain harus mematuhi peraturan yang digunakan berbeda lalu mendapatkan sertifikat ‘phytosanitary’ (kesehatan tanaman) untuk buah lalu sayuran.

Artikel ini disadur dari Selain Durian, Buah Kelapa juga Dilarang Dibawa dalam Penerbangan