Berita

PO SAN minta pemerintah lindungi komunitas dari aksi pembohongan tiket

9
×

PO SAN minta pemerintah lindungi komunitas dari aksi pembohongan tiket

Sebarkan artikel ini
PO SAN minta pemerintah lindungi komunitas dari aksi pembohongan tiket

calon penumpang diimbau memesan ke jalur-jalur resmi pemesanan tiket bus

Jakarta – Perusahaan Otobus Siliwangi Antar Nusa (PO SAN) memohonkan bantuan pemerintah agar melindungi penduduk dari aksi penipuan tiket bus yang diwujudkan oknum tertentu secara daring sehingga merugikan citra angkutan darat.

"Penipuan tiket bus masih cuma terus muncul serta calon penumpang diimbau memesan pada jalur-jalur resmi pemesanan tiket bus kemudian harus mau rajin mencari kemudian menegaskan jalur resmi agar tak tertipu," kata Direktur Utama PO SAN Kurnia Lesani Adnan (Sani) dalam Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan modus yang digunakan dijalankan oknum ini direalisasikan dengan menyebar nomor telepon melalui Google Review dan media sosial.

Kemudian calon penumpang menghubungi nomor yang disebutkan yang digunakan tidak nomor agen resmi PO Bus kemudian mentransfer uang untuk pelaku yang digunakan mencatut nama PO bus. Lalu orang yang terluka datang untuk berangkat tapi ternyata pemesanan yang digunakan mereka lakukan tidaklah terdaftar ke PO bus.

"Masyarakat dirugikan lantaran tiada bisa jadi naik bus padahal sudah ada bayar, serta pelaku bisnis bus dirugikan lantaran pembohongan mencatut nama PO bus sehingga akan mengacaukan kepercayaan penduduk yang hendak menggunakan bus," kata dia.

Pria yang tersebut juga menjabat Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) berharap pemerintah untuk memberantas pembohongan tiket bus ini juga bergerak melakukan upaya proteksi sehingga dapat mengurangi semakin berbagai orang yang terdampar berjatuhan.

Menurut Sani aksi kecurangan tiket bus ini sudah ada berlangsung sejak beberapa tahun tak lama kemudian lalu dirinya berharap semua pihak, masyarakat, entrepreneur PO Bus, pemerintah lalu pihak-pihak terkait lainnya bersama-sama memberantas agar tidak ada semakin berbagai korban.

"Semuanya dirugikan di hal ini baik masyarakat, entrepreneur PO Bus, juga para karyawan,” kata Sani.

Dari sisi PO Bus, lanjutnya aksi penipuan tiket bus ini mengancam nama baik dan juga reputasi perusahaan.

"Masyarakat bisa saja cuma menganggap penggelapan ini dikerjakan berhadapan dengan kerja serupa dengan operator. Hal ini akan mengacaukan kepercayaan penduduk untuk menggunakan jasa bus sebagai salah satu moda transportasi darat," kata dia.

Ia memohonkan keseriusan pemerintah di menyelesaikan kesulitan kecurangan ini sangat diharapkan. Apalagi pemerintah sudah mewajibkan perusahaan otobus menggunakan sistem tiket elektronik berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan No. 12 Tahun 2021.

Menurut ia kewajiban ini telah dilakukan dipenuhi oleh pengusaha perusahaan otobus serta pemerintah harus hadir di pengawasan serta penindakan hukum terhadap pelaku penipuan.

"Pemerintah harus menyelesaikan permasalahan penyalahgunaan ini secara hukum dengan sangat serius,” tegas Sani.

Sementara Wakil Direktur PO SAN Kurnia Lesari Adnan (Sari) menjelaskan pihaknya juga berubah menjadi orang yang terdampar pembohongan tiket bus ini serta aksi penipuan berbagai terbentuk ke Google Review, di dalam kolom komentar akun Facebook lalu Instagram.

Di laman SAN Lover misalnya, rutin muncul pertanyaan dari masyarakat, kalau mau arahan tiket PO. SAN dalam mana. Di sinilah penipu masuk, dengan mencantumkan nomor telepon palsu.

Mereka menuliskan, nomor pemesanan tiket ke sebagian nomor telepon dihadiri oleh kata-kata yang meyakinkan calon penderita seperti ini akun resmi juga lainnya yang tersebut bukanlah nomor resmi.

“Kami sudah ada mendapatkan 20 kali laporan pembohongan dengan total kerugian sebesar Rp15.704.927. Diantaranya ada calon penumpang merugi hingga Rp2,1 jt untuk tiga penumpang yang akan berangkat. Yang hebatnya, penumpang ini mendapatkan tiket elektronik yang dimaksud mirip dengan tiket resmi PO. SAN,” kata Sari.

Dirinya menduga penipu itu miliki tiket resmi PO. SAN kemudian kemudian menirunya juga bagi calon penumpang yang dimaksud awam tentu tak bisa saja membedakan antara tiket resmi juga tiket palsu.

Tetapi saat ia akan naik bus, di dalam manifes bus tiada tercantum namanya.

“Korban tidaklah dapat berangkat dikarenakan memang benar ke jadwal resmi kami pada 23 Juni 2024 bukan ada pemberangkatan bus Executive rute Bengkulu-Solo (Via Lubuk Linggau) di sistem pemasaran PO. SAN. Setelah diteliti, ada sejumlah perbedaan antara tiket resmi kemudian tiket palsu,” kata Sari menjelaskan

Ia menambahkan pihaknya senantiasa melakukan upaya-upaya untuk mengurangi terjadinya penggelapan tiket bus.

Misalnya dengan menimbulkan program resmi PO. SAN untuk pemesanan tiket lalu pada media sosial sudah ada diberikan tautan untuk pemesanan.

Selain itu pihaknya juga rutin memberikan peringatan tegas penipuan dengan pengiriman acak ke nomor-nomor Whatsapp para pelanggannya, dan juga juga menuliskan peringatan serius ini di media sosial dan juga di dalam tiket resmi PO. SAN.

"Apabila penumpang berubah menjadi korban penipuan, penumpang harus berani melaporkan ke Kepolisian. Hal ini akibat yang dimaksud bisa saja melaporkan adalah korban, tidak operator," kata dia.

 

Artikel ini disadur dari PO SAN minta pemerintah lindungi masyarakat dari aksi penipuan tiket