Berita

Plt Sekjen MPR Sebut Kepentingan Wisata Belajar ke Lembaga Negara

12
×

Plt Sekjen MPR Sebut Kepentingan Wisata Belajar ke Lembaga Negara

Sebarkan artikel ini
Plt Sekjen MPR Sebut Kepentingan Wisata Belajar ke Lembaga Negara

Jakarta

Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR RI) dengan sebagian kepala sekolah dan juga guru madrasah se-Kota Malang mengikuti ‘Forum Konsultasi Publik (FKP) MPR’. Dalam kegiatan tersebut, MPR turut mengakomodasi aspirasi untuk meningkatkan layanan kunjungan delegasi.

“Kegiatan seperti ini memang sebenarnya digunakan sebagai forum untuk mengangkat aspirasi rakyat untuk merancang layanan kunjungan delegasi ke MPR. Serap aspirasi dari komunitas sangat penting agar kinerja, layanan, kemudian sarana dari Setjen MPR bermetamorfosis menjadi lebih besar baik,” kata Plt. Sekjen MPR Siti Fauziah di keterangannya, Kamis (27/6/2024).

Dari semua aspirasi, Setjen MPR akan mengimplementasikannya yang digunakan memang sebenarnya bermetamorfosis menjadi keperluan peningkatan layanan. Siti Fauziah mengakui ada beberapa hal yang digunakan perlu ditingkatkan dari layanan kunjungan delegasi, seperti video profile MPR.

Hal itu diungkapkan olehnya ketika FKP dengan tema ‘Aktualisasi Nilai-nilai Kebangsaan di dalam Madrasah Melalui Wisata Belajar ke Lembaga Negara di dalam Indonesia’ ke Malang, hari ini. Turut hadir di kesempatan yang dimaksud Kepala Biro Humas kemudian Sistem Pengetahuan Sekretariat Jenderal (Setjen) MPR Anies Mayangsari Muninggar, Kepala Subbagian Hubungan Antarlembaga Setjen MPR Yenita Revi, Kepala Kantor Kementerian Agama Daerah Perkotaan Malang yang mana diwakili Kasi Pendidikan Madrasah Abdul Mughni, lalu Ketua KKMI Daerah Perkotaan Malang Siti Aisah.

“Akan kita buat berubah menjadi tambahan menarik,” tuturnya.

ADVERTISEMENT

Kepada peserta, ia menyatakan sejumlah kegiatan yang mana telah dicanangkan guna meningkatkan layanan kunjungan delegasi untuk bervariasi jenjang pendidikan. Bila yang dimaksud berkunjung kelompok sekolah dasar, ada permainan seperti ular tangga. Permainan itu nantinya bisa saja dimainkan di dalam sekolah.

“Pastinya tema permainan adalah tentang Empat Pilar MPR, yakni Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, serta Bhinneka Tunggal Ika”, paparnya.

Menurutnya, semua yang digunakan ada akan dibuat secara digital lalu dimasukan ke pada web milik MPR.

“Agar yang dimaksud belum dapat berkunjung ke Senayan, Jakarta, dapat melihatnya dalam web MPR,” ujarnya.

Dia mengakui, dalam Komplek Gedung MPR/DPR/DPD sejumlah prasarana yang dimaksud masih dimiliki secara bersama. Diungkap Museum Sejarah Parlemen dalam Indonesi yang dimaksud ada dalam Gedung Nusantara masih berubah jadi milik MPR serta DPR.

“Nah, kita akan merancang museum sendiri, Museum MPR,” tutur Siti Fauziah.

Dia berharap dari tahun ke tahun ada peningkatan layanan sarana yang tersebut dilaksanakan oleh MPR. Sehingga kunjungan delegasi yang terdiri dari siswa, guru, mahasiswa, dosen, kemudian kelompok rakyat lainnya akan setiap saat ada yang digunakan baru.

Menurutnya, meningkatkan layanan kunjungan delegasi tidak semata-mata untuk kepentingan MPR namun juga untuk kepentingan masyarakat.

“Masyarakat jadi mengetahui MPR, MPR pun mengetahui keinginan masyarakat. Kami berharap semua mendapat faedah dari kunjungan delegasi sehingga mampu membuka wawasan tentang MPR,” jelasnya.

“Besar harapan selepas acara ini, bapak lalu ibu kembali ke rumah dengan mengakibatkan banyak khasiat juga ilmu,” tutupnya.

(anl/ega)

Artikel ini disadur dari Plt Sekjen MPR Sebut Pentingnya Wisata Belajar ke Lembaga Negara