Ekonomi Bisnis

PLN UID Kalselteng terapkan “Easy On” guna permudah sambungan baru

7
×

PLN UID Kalselteng terapkan “Easy On” guna permudah sambungan baru

Sebarkan artikel ini
PLN UID Kalselteng terapkan “Easy On” guna permudah sambungan baru

PLN kemudian MCTN telah lama membuktikan komitmen untuk mempermudah penyambungan baru teristimewa bagi bidang melalui Easy On

Banjarbaru, Kalsel – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan kemudian Kalimantan Tengah (UID Kalselteng) menerapkan pelayanan Easy On untuk mempermudah pelanggan memasang listrik sambungan baru dari serangkaian awal hingga menyala.

General Manager PLN UID Kalselteng Muhammad Joharifin dikonfirmasi pada Banjarbaru, Jumat, mengapresiasi seluruh tim PLN PT Mandau Cipta Tenaga Nusantara (MCTN) yang digunakan telah lama berkolaborasi menjalankan acara Easy On.

"PLN dan juga MCTN telah lama membuktikan komitmen untuk mempermudah penyambungan baru khususnya bagi sektor melalui Easy On," kata Joharifin.

Melalui Easy On, Joharifin mengungkapkan pelanggan cukup daftar, tanda tangan, bayar juga mengawaitu serangkaian berjalan hingga selesai.

Menurut Joharifin, para pemodal semakin berminat mengembangkan usaha pada Provinsi Kalsel dan juga Kalteng melalui terobosan terbaru tersebut.

Joharifin memperlihatkan sebelumnya PT Medco Tenaga Bangkanai Ltd., yang tersebut menikmati E-Enterprise Utility Solution (Easy On E-UTIS), namun pada waktu ini perusahaan yang bergerak pada bidang "Stone Crusher" (Pemecah Batu) ke Awang Bangkal, Daerah Banjar Kalimantan Selatan, CV Habib pun menggunakan pengembangan yang dimaksud dengan daya 345.000 VA.

Joharifin menjelaskan Easy On E-UTIS membantu pelanggan menyambung listrik baru mulai dari perkembangan instalasi, pengurusan Nomor Identitas Instalasi (NIDI) Listrik, Sertifikat Laik Operasi (SLO), pengoperasian lalu perawatan instalasi pelanggan bekerja identik dengan PT MCTN.

Joharifin memaparkan pemanfaatan energi listrik pada proses perniagaan berjauhan lebih tinggi menguntungkan berbeda dengan dengan pengoperasian mesin genset sendiri, sebab berbagai unsur yang dimaksud harus diperhitungkan.

"Listrik PLN bagi pelaku usaha sektor terpencil lebih banyak tidak mahal berbeda dengan menyalakan mesin sendiri. Itu yang digunakan berubah menjadi alasan sejumlah penanam modal beralih menggunakan setrum PLN dan juga kami selalu siap menyediakan keperluan listriknya," tutur Joharifin.

Direktur CV Habibi Abdur Rahman Hakim setuju dengan pernyataan Joharifin oleh sebab itu usaha yang dimaksud dijalankan menggunakan listrik PLN sangat jauh lebih lanjut ekonomis dibandingkan dengan menggunakan genset.

"Sebelumnya kami menggunakan genset 300 kilo Volt Ampere (kVA) dan juga 250 kVA dengan operasi delapan jam per hari. Biaya dikeluarkan hampir Rp120 jt per bulan untuk materi bakar minyak, belum termasuk pemeliharaan sehingga menggunakan listrik PLN jarak jauh tambahan murah," ucap Hakim.

Dikatakan Hakim, pelayanan listrik yang mana telah terjadi diberikan PLN sangat membantu CV Habibi meningkatkan bidang usaha dikarenakan biaya operasi lebih besar efisien sehingga usaha yang tersebut telah terjadi dijalankan dapat tambahan maju.

"Pasti sangat memajukan usaha sebab efisiensi biaya operasi lalu kami berharap produksi bertambah pesat. Jika sebelumnya hanya sekali 150 meter kubik per bulan, nanti pakai listrik PLN dapat lebih banyak dari 200 meter kubik satu bulan," ujarnya

Ditekankan Hakim, pihaknya mengapresiasi PLN Group pada rute pemasangan baru listrik melalui skema Easy On yang mana memberikan kemudahan bagi setiap pelaku bidang usaha juga calon pelanggan.

Manager Perencanaan Korporat kemudian Pengembangunan Bisnis PT MCTN Ambar Wisnubroto menyampaikan setiap saat siap menjalankan inisiatif "beyond kWh" PLN melalui layanan "Total Solution Services" untuk sektor usaha kemudian sektor maupun sektor lainnya sesuai permintaan konsumen.

Artikel ini disadur dari PLN UID Kalselteng terapkan “Easy On” guna permudah sambungan baru