Berita

Penyekapan juga penyiksaan diduga muncul pada Jaktim 

10
×

Penyekapan juga penyiksaan diduga muncul pada Jaktim 

Sebarkan artikel ini
Penyekapan juga penyiksaan diduga muncul pada Jaktim 

Ibukota – Kepolisian mengusut tindakan hukum dugaan penyekapan serta penyiksaan terhadap seseorang pemuda berinisial MRR (23) oleh sekelompok penduduk ke Ibukota Indonesia Timur.

Semula perkara ini ditangani oleh Polsek Duren Sawit. Kemudian Polsek Duren Sawit melimpahkan penanganannya ke Polres Metro Ibukota Timur pada Selasa.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Metro Ibukota Timur AKBP Armunanto Hutahean mengatakan, pihaknya belum dapat menjelaskan secara rinci oleh sebab itu pada waktu ini masih pada penyelidikan.

"Perkaranya pada waktu ini masih tahap penyelidikan. Kami masih mendalami perkaranya dengan melakukan pemeriksaan terhadap saksi," tuturnya.

Penyebab penyekapan dan juga penganiayaan itu diduga adanya utang-piutang yang mana melibatkan dua pihak, yakni orang yang terluka juga pelaku. "Perkara berawal dari adanya utang-piutang antara orang yang terluka juga terduga pelaku," kata Armunanto.

Kuasa hukum penderita MRR, Muhamad Normansyah meminta penyidik Polres Metro DKI Jakarta Timur (Jaktim) tak hanya saja menerapkan pasal terkait penyekapan saja, tetapi pemerasan, pengancaman, penganiayaan serta lainnya.

Selain itu, beliau memohonkan agar kafe yang digunakan berubah jadi lokasi penyekapan juga penganiayaan orang yang terdampar MRR di kawasan Duren Sawit untuk disegel agar barang bukti tak hilang.

"Saya was-was sebab sampai pada waktu ini semua alat bukti masih belum disita oleh penyidik. Barang bukti mulai dari tabung gas 3 kg, asbak beling, tempat sampah besi, tang potong kemudian lainnya," katanya.

Penyiksaan juga penyekapan terhadap orang yang terdampar MRR ini bermula dari adanya industri jual-beli mobil antara orang yang terdampar dengan salah satu pelaku berinisial HR.

"Kasus ini dimulai dari adanya kerja sejenis antara pelaku serta korban. Hal ini sebenarnya bidang usaha jual-beli mobil. Transaksi pertama lancar, kedua lancar, ketiga lancar," katanya.

Transaksi keempat agak mandek akibat ada dana yang dipakai oleh individu yang terjebak untuk keinginan pribadi yang tersebut mendesak.

Karena perbuatan MRR itu sehingga memicu amarah dari pelaku. Pelaku kemudian menjebak penderita MRR agar menghampiri sebuah kafe pada kawasan Duren Sawit. Namun setibanya penderita MRR dalam posisi justru disekap oleh para pelaku.
 

Artikel ini disadur dari Penyekapan dan penyiksaan diduga terjadi di Jaktim