Berita

Menggunakan kedisabilitasan satu di antaranya tindakan kekerasan

12
×

Menggunakan kedisabilitasan satu di antaranya tindakan kekerasan

Sebarkan artikel ini
Menggunakan kedisabilitasan satu di dalam antaranya tindakan kekerasan

DKI Jakarta – Pusat Perlindungan Perempuan serta Anak DKI DKI Jakarta menyatakan bahwa memanfaatkan kedisabilitasan seseorang dengan iming-iming atau bujuk rayu termasuk langkah kekerasan.

Hal itu disampaikan Advokat Pusat Perlindungan Perempuan juga Anak (PPPA) DKI Jakarta, Novia Gasma pada waktu dihubungi pada DKI Jakarta pada Rabu, terkait tindakan hukum pribadi siswi difabel berinisial Negeri Paman Sam (15) yang digunakan menjadi orang yang terdampar asusila dalam Kalideres, DKI Jakarta Barat.

Kini korban telah hamil lebih banyak dari tujuh bulan lalu pernyataan PPPA DKI Ibukota juga disampaikan sebagai penegasan untuk Kepolisian.

Dia mengungkapkan bahwa meskipun tiada ada tanda kekerasan pada tubuh individu yang terjebak tetapi memanfaatkan kedisabilitasan sehingga menyebabkan hamil salah satunya perbuatan kekerasan.

"Jadi memang benar kita juga berkoordinasi dengan Polres Metro DKI Jakarta Barat, ini perkembangan kita sudah ada yakini bahwa ada persetubuhan lantaran anak telah mengalami kehamilan," katanya.

Meskipun tidak ada ada tindakan kekerasan yang dimaksud benar-benar terjadi, tetapi iming-iming, bujuk rayu juga memanfaatkan kedisabilitasan juga termasuk kekerasan.

Hingga kini, pihaknya masih menanti langkah-langkah hukum yang dimaksud diwujudkan Kepolisian terhadap tindakan hukum tersebut.

"Sudah berjalan kok, memang sebenarnya kan itu butuh upaya, butuh kesabaran yang digunakan cukup sebab memang benar wajib pemahaman, akibat ahli bahasa itu juga belum tentu paham, sebab banyak bahasanya yang dimaksud spesifik," kata Novia.

Novia memaparkan bahwa dengan telah terjadi adanya laporan polisi (LP) beberapa waktu lalu, pihaknya pada masa kini mengawaitu serangkaian hukum oleh Kepolisian.

"Yang penting kita dampingi terus untuk prosesnya, LP sudah. Kan sejak kita sebelumnya kunjungan terus, kemudian lantaran anaknya kondisinya sakit waktu itu, kita tunggu kesiapannya setelahnya siap, kemudian kita dampingi untuk membuatkan LP," kata Novia.

Siswi difabel individu yang terjebak asusila berinisial Amerika Serikat (15) di dalam Kalideres, telah membuat LP dalam Polres Metro Ibukota Barat pada Rabu (29/5) didampingi oleh Kementerian Perempuan juga Perlindungan Anak (Kemen PPPA).

Paman korban, Suwondo pada waktu dihubungi dalam Ibukota Indonesia pada Selasa (28/5) menyatakan bahwa Kemen-PPPA juga telah lama menjamin orang yang terdampar akan didampingi oleh juru bicara isyarat (JBI) juga pendamping.

"Saya bilang sebanding Kasat Reskrim, bahwasanya dia (Kemen-PPPA) sudah ada siap dari psikolog atau juru bahasanya, jangan merek mengarahkan ke Polres segala sesuatunya belum siap," kata Suwondo.

Suwondo melanjutkan bahwa sebelumnya LP direncanakan untuk disampaikan ke Polres Ibukota Barat (Jakbar) pada Awal Minggu (27/5), namun diundur ke Mulai Pekan (3/6). Kemudian Kemen- PPPA memohon agar LP dimasukan Rabu (29/5).

"Agendanya kemarin tanggal 27 Mei, sehubung si korban sakit, akhirnya ditunda jadi tanggal 3 Juni. Agenda tanggal 3 Juni dimajukan jadi tanggal 29 Mei," tutur Suwondo.

Artikel ini disadur dari Memanfaatkan kedisabilitasan termasuk tindak kekerasan