Lifestyle

Keindahan busana dari wastra nusantara diperagakan pada San Polo Italia

10
×

Keindahan busana dari wastra nusantara diperagakan pada San Polo Italia

Sebarkan artikel ini
Keindahan busana dari wastra nusantara diperagakan pada San Polo Italia

Ibukota – Peragaan busana "wastra" nusantara bertajuk "Keindahan Karya Kain Tenun dan juga Batikku Indonesia" karya Dian Natalia Assamady di dalam alun-alun kota San Polo, Italia, Akhir Pekan (2/6) pukul delapan waktu malam waktu setempat pada rangka 75 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia serta Italia.

 
Selepas itu, wastra terbaik nusantara kembali diperagakan pada 6 hingga 8 Juni juga pada San Polo, Italia.
 
“Gelaran ini penting untuk menguatkan identitas bangsa kita, memperkenalkan wastra Nusantara yaitu batik, tenun, lalu songket agar semakin mendunia. Dan tentunya kami sangat bangga,” kata Menteri Wisata serta Sektor Bisnis Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno pada siaran pers di Jakarta, Rabu.

 
Pagelaran yang dimaksud merupakan undangan dari Wali Perkotaan San Polo Italia.
 
Selain Kedutaan Besar Republik Nusantara pada Roma, model kemudian Putri Indonesia seperti Giok Kinski Maharani Detri, Latisa Maura, lalu Yoan Clara turut mengupayakan desainer Dian Natalia menampilkan wastra terbaik nusantara.
 
Pemerintah Republik Tanah Air menyadari kebudayaan yang digunakan unik mempunyai prospek untuk mendunia. Belajar dari dunia usaha kreatif Korea Selatan yang tersebut berprogres sangat pesat mulai dari film, musik, kuliner, hingga fesyen.

Tangkapan layar poster acara peragaan busana "wastra" nusantara bertajuk "Keindahan Karya Kain Tenun kemudian Batikku Indonesia" karya Dian Natalia Assamady pada alun-alun kota San Polo, Italia, Akhir Pekan (2/6) pukul delapan di malam hari waktu setempat pada rangka 75 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan juga Italia. ANTARA/situs web/comune.sanpolodenza.re.it

Pagelaran itu diharapkan dapat memberikan partisipasi pada dunia usaha kreatif juga meningkatkan gairah wastra nusantara yang dimaksud mempunyai nilai seni yang dimaksud lebih tinggi dan juga kaya filosofi.

 
“Mari kita mencintai lalu merawat kekayaan budaya Indonesia. Dan berubah menjadi pelaku bergerak di mengembangkan warisan seni lalu kerajinan di negeri,” kata Sandiaga.
 
Desainer Kain juga Batikku Indonesia, Dian Natalia Assamady menyampaikan bahwa keindahan wastra Negara Indonesia ini wajib diangkat ke kancah dunia.
 
Apalagi motif batik kemudian tenun yang dimaksud dimiliki setiap area pada Indonesi memiliki ciri khas dan juga keunikannya masing-masing.

 
“Sehingga ini layak untuk kita perjuangkan demi meningkatkan kekuatan jati diri bangsa. Saya juga ingin menguatkan perekonomian kreatif tanah air juga menunjukkan betapa bernilainya batik lalu tenun yang tersebut negeri kita miliki. Semoga ini dapat mengakibatkan nama Negara Indonesia lebih lanjut dikenal di kancah global,” kata Dian.

Dilansir dari laman Kementerian Luar Negeri,​ hubungan diplomatik Negara Indonesia kemudian Italia dimulai dengan pengakuan Italia terhadap kemerdekaan Nusantara pada tanggal 29 Desember 1949. Pada bulan Oktober 1951, Italia membuka perwakilan diplomatik di Jakarta.

Nusantara kemudian membuka perwakilan diplomatik ke Roma pada Maret 1952. Pada 1953, kedua negara kemudian menyepakati untuk meningkatkan kerja sejenis perwakilan menjadi ke tingkat kedutaan besar, baik pada Roma maupun Jakarta.

Di perayaan 70 tahun hubungan bilateral RI – Italia pada 2019, kedutaan besar di dalam Roma dan juga Ibukota menyepakati peningkatan hubungan bilateral dapat difokuskan pada iklan kerja sejenis sektor kreatif dan juga usaha kecil lalu menengah (small and medium enterprises/SMEs).

Sejak itu, setiap kedutaan besar kemudian menyelenggarakan kegiatan yang dimaksud menggambarkan prospek perekonomian kreatif serta digital juga sektor pariwisata ke masing-masing negara.

Artikel ini disadur dari Keindahan busana dari wastra nusantara diperagakan di San Polo Italia