Lifestyle

Jangan tunda periksa mata agar tak sampai buta

10
×

Jangan tunda periksa mata agar tak sampai buta

Sebarkan artikel ini
Jangan tunda periksa mata agar tak sampai buta

Ibukota Indonesia – Dokter spesialis mata lulusan Universitas Hasanuddin Dr. Ahmad Ashraf Amalius, MPH, M.Kes, SpM(K) memaparkan komunitas diperlukan meningkatkan kesadaran untuk memeriksakan matanya agar sanggup mengurangi meningkatnya nomor kebutaan akibat katarak di dalam Indonesia.

“Alasannya beliau tidak ada menyadari dikarenakan kekeruhan terjadi perlahan-lahan jadi tidak ada menyadari pembaharuan penglihatan, beda kalau penglihatan jadi kabur tiba-tiba,” kata Ahmad yang digunakan hadir secara daring di diskusi tentang Bulan Kesadaran Katarak bersatu Rumah Sakit Mata JEC Kedoya, dalam Jakarta, Kamis.

Ia mengemukakan warga harus menyadari inovasi yang terbentuk pada penglihatannya seperti pandangan terasa berkabut, ada bayangan lingkaran atau pandangan berubah menjadi keruh. Banyak juga yang dimaksud tak menyadari bahwa situasi yang dimaksud bukanlah hal yang digunakan normal juga banyak kali menunda berobat dikarenakan dirasa masih dapat melakukan aktivitas.

Selain itu, Ahmad menyatakan rakyat juga masih mempunyai rasa takut untuk melakukan operasi katarak dikarenakan ada anggapan atau mitos yang mana beredar ke lingkungannya juga permasalahan biaya serta jarak terhadap akses kebugaran yang terbatas.

“Banyak yang tersebut keliru pada anggapan kebutaan oleh sebab itu katarak merupakan rute alami yang mana tiada dapat lagi ditangani sehingga lebih tinggi pasrah, padahal ini adalah suatu situasi yang dimaksud dapat ditangani dengan operasi,” kata dokter yang mana juga Ketua Seksi Penanggulangan Buta Katarak (SPBK) Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Negara Indonesia (Perdami).

Ahmad menambahkan operasi katarak merupakan solusi yang dimaksud sangat dianjurkan bagi penderita katarak mulai dari stadium awal atau katarak lunak sampai katarak yang mana telah mengeras.

Dengan tindakan operasi, dapat menyumbang penurunan bilangan bulat kebutaan oleh sebab itu katarak di dalam Nusantara yang digunakan ketika ini telah mencapai bilangan bulat 1,8 persen dari survei yang digunakan dijalankan The Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) yang dimaksud dijalankan The International Agency for the Prevention of Blindness bersatu WHO tahun 2016-2017.

Tindakan operasi kata Ahmad sangat disarankan bagi yang mana berusia 50 tahun ke berhadapan dengan agar mendapatkan kualitas hidup yang lebih lanjut baik dan juga dapat meningkatkan produktivitas.

Ia menyampaikan diperlukan kerja mirip dari berubah-ubah sektor mulai dari pemerintah, sektor swasta, hingga umum figur untuk meningkatkan kesadaran penduduk akan bahaya kebutaan akibat katarak lalu mengurangi gelombang katarak yang mana diperkirakan akan terus meningkat setiap tahunnya apabila tak dicegah.

“Diperlukan juga dukungan kebijakan pemerintah ke antaranya memperbaiki infrastruktur yang mana belum didukung pengadaan juga distribusi tenaga kesehatan dan juga penanganan penyakit yang baik,” kata Ahmad.

Artikel ini disadur dari Jangan tunda periksa mata agar tak sampai buta