Lifestyle

Jajan Akhir Pekan, Pasar Kangen Jogja Sajikan Sederet Kuliner Lawasan Menggoda Lidah

5
×

Jajan Akhir Pekan, Pasar Kangen Jogja Sajikan Sederet Kuliner Lawasan Menggoda Lidah

Sebarkan artikel ini

Yogyakarta – Wisatawan yang dimaksud sedang atau berencana ke Yogyakarta, mampu mampir ke Pasar Kangen Jogja yang diselenggarakan di area Taman Budaya Yogyakarta atau TBY, mulai 4 hingga 13 Juli 2024 mendatang.

Event ini berubah jadi surganya pecinta kuliner tradisional dari berubah-ubah daerah, tak hanya saja dari Yogyakarta. Wisatawan tinggal memilih aneka jajanan yang dimaksud harganya per porsi berkisar rata rata mulai Mata Uang Rupiah 5 ribu sampai Rupiah 15 ribuan perporsinya itu.

Di Pasar Kangen Jogja itu ada sederet jajanan menggoda yang disajikan secara unik. Seperti Sate Kronyos Sundel Bolong yang tersebut menyajikan aneka olahan jeroan dan juga daging sapi. Seperti sandung lamur, hati sapi, juga ginjal sapi. Uniknya penjual sate ini berdandan seperti figur setan sundel bolong yang terkadang juga siap menyuapi pembelinya sembari berfoto.

Jenis sate yang dimaksud dijual mirip dengan sate kere, jajanan khas sate jeroan yang tersebut biasa ditemui ke sudut sudut Yogya seperti pinggir jalan selatan Pasar Beringharjo atau depan Pura Pakualaman.

Suasana Pasar Kangen Jogja 2024 pada Taman Budaya Yogyakarta. Dok. Istimewa

Selain itu dalam Pasar Kangen Jogja ini ada juga Sego Berkat Gajah Mungkur khas Wonogiri. Sajian nasi putih hangat berisi lauk seperti telur dimasak semur, oseng lombok ijo, kecambah, mie soun, kemudian serundeng yang dimaksud dikemas daun jati.

Lalu ada juga Sego Jangan Ndeso Lombok Ijo khas Gunungkidul, Tempe Mendoan Ngapak khas Banyumas, Bubur Manado Panda, Rambut Nenek dan juga Gulali, Leker, Choipan dari Pontianak, Dawet Ireng hingga Sego Liwet khas Solo.

Tak cuma kuliner. Pengunjung yang digunakan datang juga dihibur beragam aksi panggung menyita perhatian pada event yang dimaksud setiap harinya mulai pukul 14.00 Waktu Indonesia Barat itu.

Suasana Pasar Kangen Jogja 2024 ke Taman Budaya Yogyakarta. Dok. Istimewa

Misalnya pada Hari Minggu 7 Juli 2024, di panggung Pasar Kangen Jogja akan datang tampil atraksi kesenian Reog Kreasi Mego Budoyo, Sanggar Latasga Kelong, Ketek Ogleng Langen Budaya, juga Campur Sari Nada Kresna. Lalu pada Hari Senin 8 Juli 2024, akan tampil atraksi Jathilan Sekar Kencono, Turonggo Mudo Budoyo, kemudian Wayang Hip Hop. Adapun Selasa 9 Juli 2024 tampil Karawitan Ngestu Pertiwi, Sanggar Angin Angin, dan juga Octave Keroncong.

“Tahun ini pendaftar Pasar Kangen berjumlah total 1200 formulir yang digunakan masuk, partisipan terkurasi atau yang digunakan lolos seleksi adalah 289 tenant,” kata
Ketua Panitia Pasar Kangen Jogja, Ong Hari Wahyu Hari Sabtu 6 Juli 2024. 

Tenant yang dimaksud terseleksi tahun ini terdiri dari kuliner 187 tenant, klithikan/ barang lawasan lalu jasa 102 tenant juga workshop 8 tenant, juga beragam seni pertunjukan dari bervariasi komunitas seni yang tersebut dipentaskan di dalam panggung pertunjukan. 

Suasana Pasar Kangen Jogja 2024 ke Taman Budaya Yogyakarta. Dok. Istimewa

Pasar Kangen ini juga menampilkan beragam produk-produk warisan budaya, kerajinan tradisional, workshop, dan juga peringkat seni tradisi yang mana menguatkan nuansa tradisional kemudian kebudayan DIY. 

Workshop yang ditampilkan antara lain workshop membaca kemudian menulis Aksara Jawa, workshop menyebabkan anyaman besek atau bungkus kemasan dari bambu, workshop bati lukis, workshop boneka kaos kaki, workshop batik ecoprint, workshop janur hingga tenun. Selain itu, berlangsung pameran fotografi yang tersebut memamerkan karya-karya kekayaan budaya juga tradisi DIY. 

Suasana Pasar Kangen Jogja 2024 ke Taman Budaya Yogyakarta. Dok. Istimewa

Kepala Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta, Dian Lakshmi Pratiwi mengemukakan sejarah lingkungan ekonomi kangen diadakan pertama kali sebagai kegiatan trauma healing pasca Yogyakarta dilanda gempa besar pada 2006 tak lama kemudian yang digunakan tetap berlanjut sampai sekarang. “Tematiknya adalah ketahanan pangan lokal secara khusus kemudian ketahanan pangan nusantara,” kata dia.

Menurut Dian, Pasar Kangen bukanlah sekadar pameran budaya, tetapi juga wadah untuk menguatkan hubungan antara warisan budaya kemudian kesejahteraan masyarakat.  “Event ini menghadirkan kita kenal item – produk-produk lokal sendiri akibat berubah menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya tradisi lokal,” tuturnya.

Pilihan editor: Yogyakarta Tambah 25 Warisan Budaya Takbenda, Jadi yang digunakan Terbanyak pada Indonesia

Artikel ini disadur dari Jajan Akhir Pekan, Pasar Kangen Jogja Sajikan Sederet Kuliner Lawasan Menggoda Lidah