Berita

DPR Filipina undang eks-Presiden Duterte hadiri rapat “perang narkoba”

10
×

DPR Filipina undang eks-Presiden Duterte hadiri rapat “perang narkoba”

Sebarkan artikel ini
DPR Filipina undang eks-Presiden Duterte hadiri rapat “perang narkoba”

Manila – Komite Hak Asasi Individu DPR Filipina pada Selasa menyetujui mosi untuk mengundang mantan presiden Rodrigo Duterte guna hadir di sidang rapat mengenai pertempuran narkoba yang direalisasikan pemerintahan sebelumnya.

Dalam mosi yang disebutkan juga mengundang Senator Ronald dela Rosa, yang tersebut dahulu menjabat sebagai kepala Kepolisian Nasional Filipina pada periode 2016 hingga 2018 di puncak pertempuran narkoba pemerintahan Duterte.

Dalam sidang ketiga, panel DPR menyetujui usulan anggota Partai Gabriela, Arlene Brosas, yang dimaksud didukung oleh anggota Partai Guru ACT, anggota Parlemen France Castro.

"Ketua, saya mengundang mantan presiden Rodrigo Duterte dan, tentu saja, Senator Bato dela Rosa untuk mengatasi dugaan permasalahan yang tersebut diajukan oleh keluarga korban pembunuhan ke luar hukum,” kata Brosas di persidangan.

Ketua Komite dan juga Perwakilan Distrik 6 Manila Bienvenido Abante Jr juga menyarankan untuk mengundang Duterte serta Dela Rosa untuk mendengarkan kesaksian keluarga korban. “Sidang ini sudah ada kami informasikan untuk mantan presiden, jadi beliau tahu,” kata Abante.

“Untuk sidang keempat, saya akan mengundang Senator Bato dela Rosa juga mantan presiden untuk datang kemudian mendengarkan kesaksian Anda," ujar dia.

Abante menekankan pentingnya penyelidikan ini untuk mencari kebenaran juga akuntabilitas, akibat bertujuan untuk menyelidiki dugaan pelanggaran hak asasi manusia selama konflik narkoba Duterte.

“Kami berikrar untuk melindungi saksi lalu memberikan dukungan terhadap korban. Dewan Perwakilan Rakyat ada di dalam di sini untuk mengupayakan Anda, melindungi hak-hak Anda, kemudian melakukan konfirmasi keselamatan Anda," kata dia.

Informasi pemerintah menunjukkan bahwa tambahan dari 6.200 terperiksa narkoba tewas pada operasi anti-narkotika dari Juni 2016 hingga November 2021.

Namun, organisasi hak asasi manusia setempat memperkirakan jumlah agregat orang yang terluka tewas bisa saja mencapai lebih banyak dari 20.000 orang, juga sebagian besar berdampak pada masyarakat miskin.

Sumber: PNA-OANA

Artikel ini disadur dari DPR Filipina undang eks-Presiden Duterte hadiri rapat “perang narkoba”