Ekonomi Bisnis

Disperindagkop Kaltim mengawasi pupuk bersubsidi dalam Paser

10
×

Disperindagkop Kaltim mengawasi pupuk bersubsidi dalam Paser

Sebarkan artikel ini
Disperindagkop Kaltim mengawasi pupuk bersubsidi di Paser

Kami juga mengawasi ke mana semata distribusi pupuk yang dimaksud disalurkan.

Paser – Dinas Manufaktur Perdagangan, Koperasi lalu UKM Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melakukan pengawasan distribusi pupuk bersubsidi dalam beberapa titik wilayah Wilayah Paser.

Ketua Koordinator Kegiatan Hernawati Apriyani, di dalam Paser, Jumat, menjelaskan pengawasan ini bertujuan untuk memantau ketersediaan pupuk bersubsidi dari Pupuk Indonesia dan juga meyakinkan legalitas Nomor Induk Berusaha (NIB).

Selain itu, kata Hernawati lagi, pihaknya juga melalukan pemeriksaan Surat Perjanjian Jual Beli (SPJB) ke kios-kios penyalur pupuk.

"Kami juga mengawasi ke mana cuma distribusi pupuk yang dimaksud disalurkan. Kami berharap dengan adanya pengawasan ini tiada ada kendala lalu permasalahan dalam lapangan, sehingga kita sanggup menyimpan kualitas dari pupuk tersebut," ujar Hernawati.

Pengawasan pupuk bersubsidi tersebut, kata Hernawati, dilaksanakan selama dua hari, yakni 27 hingga 28 Juni 2024.

"Ada tiga titik pengawasan yang tersebut kami kunjungi, ke antaranya Kios UD Ridha Jl Modang No. 60 Tanah Grogot, UD Argo Paser Jl Poros Provinsi Desa Damit RT 07, Paser Belengkong, juga UD Sahabat Tani Jl PTPN Tanah Merah RT. 003 Janju,Tanah Grogot," ucapannya lagi.

Menurut Hernawati, pada kegiatan yang disebutkan pihaknya turut didampingi Sektor Perdagangan Koperasi kemudian UKM Kota Paser, perwakilan dari Dinas Pangan TPH Kaltim, Asisten Akun Eksekutif (AAE) Pupuk Indonesia, Bagian Perekonomian Setda Daerah Paser, Diskominfo Kaltim, Polres Paser, lalu perwakilan instansi vertikal terkait ke wilayah Kota Paser.

Hernawati berharap kunjungan ke kios pupuk yang dimaksud bisa jadi menyebabkan dampak positif, khususnya keluhan para petani untuk mendapatkan pupuk dengan nilai tukar yang mana terjangkau.

"Persoalan yang dimaksud muncul ketika kunjungan teristimewa kendala aplikasi, sebab kesulitan sistem banyak error dikarenakan sinyal. Sehingga masyarakat atau petani mengusulkan menggunakan Kartu Tani daripada aplikasi," katanya pula.

Artikel ini disadur dari Disperindagkop Kaltim mengawasi pupuk bersubsidi di Paser