Cara Paralel Parabola 1 Receiver 2 TV Menggunakan LNB Ku Band


Cara Paralel Parabola 1 Receiver 2 TV Menggunakan LNB Ku Band

Parabola merupakan salah satu perangkat yang digunakan untuk menerima siaran televisi dari satelit. Parabola bekerja dengan cara memantulkan sinyal satelit ke LNB (Low Noise Block) yang kemudian diubah menjadi sinyal listrik dan dikirim ke receiver. Dengan menggunakan parabola, kita dapat menikmati berbagai macam siaran televisi dari berbagai saluran, baik lokal maupun internasional.

Dalam beberapa kasus, kita mungkin ingin menggunakan satu parabola untuk dua TV. Hal ini dapat dilakukan dengan cara paralel parabola 1 receiver 2 TV. Paralel parabola 1 receiver 2 TV adalah teknik pemasangan parabola di mana satu parabola digunakan untuk menerima sinyal dari dua satelit yang berbeda, dan kemudian sinyal tersebut diumpankan ke dua TV yang berbeda menggunakan satu receiver.

Untuk melakukan paralel parabola 1 receiver 2 TV, dibutuhkan beberapa peralatan tambahan, seperti LNBF (LNB Feed), kabel coaxial, konektor F, dan splitter. LNBF berfungsi untuk menangkap sinyal dari dua satelit yang berbeda, sedangkan kabel coaxial digunakan untuk menghubungkan LNBF ke receiver. Konektor F digunakan untuk menghubungkan kabel coaxial ke LNBF dan receiver, sedangkan splitter digunakan untuk membagi sinyal dari receiver ke dua TV.

Cara Paralel Parabola 1 Receiver 2 TV

Berikut adalah 9 poin penting tentang cara paralel parabola 1 receiver 2 TV:

  • Gunakan LNBF yang sesuai
  • Hubungkan LNBF ke parabola
  • Gunakan kabel coaxial berkualitas baik
  • Hubungkan kabel coaxial ke receiver
  • Gunakan konektor F yang berkualitas baik
  • Hubungkan splitter ke receiver
  • Hubungkan kabel coaxial dari splitter ke TV
  • Nyalakan receiver dan TV
  • Lakukan pengaturan receiver

Setelah semua langkah tersebut diikuti, maka Anda akan dapat menikmati siaran televisi dari dua satelit yang berbeda pada dua TV yang berbeda menggunakan satu parabola dan satu receiver.

Gunakan LNBF yang sesuai

LNBF (LNB Feed) adalah perangkat yang berfungsi untuk menangkap sinyal dari satelit. LNBF dipasang pada parabola, dan sinyal yang ditangkap oleh LNBF kemudian diubah menjadi sinyal listrik dan dikirim ke receiver.

  • Pilih LNBF yang sesuai dengan jenis satelit.

    Jika Anda ingin menerima siaran dari satelit Ku band, maka Anda harus menggunakan LNBF Ku band. Jika Anda ingin menerima siaran dari satelit C band, maka Anda harus menggunakan LNBF C band.

  • Pilih LNBF yang memiliki kualitas baik.

    LNBF yang berkualitas baik akan menghasilkan sinyal yang lebih kuat dan lebih stabil. Hindari menggunakan LNBF yang murah dan berkualitas rendah, karena dapat menyebabkan masalah pada penerimaan sinyal.

  • Pilih LNBF yang memiliki gain yang cukup.

    Gain LNBF menunjukkan seberapa kuat sinyal yang dapat ditangkap oleh LNBF. Semakin tinggi gain LNBF, semakin kuat sinyal yang dapat ditangkap. Pilih LNBF yang memiliki gain yang cukup untuk lokasi Anda.

  • Pilih LNBF yang memiliki noise figure yang rendah.

    Noise figure LNBF menunjukkan seberapa banyak noise yang dihasilkan oleh LNBF. Semakin rendah noise figure LNBF, semakin sedikit noise yang dihasilkan. Pilih LNBF yang memiliki noise figure yang rendah untuk mendapatkan kualitas gambar dan suara yang lebih baik.

Dengan memilih LNBF yang sesuai, Anda dapat memastikan bahwa Anda akan mendapatkan sinyal yang kuat dan stabil dari satelit, sehingga Anda dapat menikmati siaran televisi dengan kualitas yang baik.

Hubungkan LNBF ke parabola

Setelah memilih LNBF yang sesuai, langkah selanjutnya adalah menghubungkan LNBF ke parabola. Berikut adalah langkah-langkah untuk menghubungkan LNBF ke parabola:

  • Pasang LNBF pada dudukan LNBF.

    Dudukan LNBF biasanya sudah tersedia bersama dengan parabola. Pasang LNBF pada dudukan LNBF dengan hati-hati agar tidak merusak LNBF.

  • Hubungkan kabel coaxial ke LNBF.

    Gunakan kabel coaxial yang berkualitas baik untuk menghubungkan LNBF ke receiver. Pastikan kabel coaxial terhubung dengan benar pada konektor LNBF.

  • Pasang LNBF pada parabola.

    Pasang LNBF pada parabola dengan hati-hati agar tidak merusak LNBF atau parabola. Pastikan LNBF terpasang dengan benar pada parabola.

  • Arahkan parabola ke satelit.

    Setelah LNBF terpasang pada parabola, arahkan parabola ke satelit yang diinginkan. Anda dapat menggunakan bantuan alat bantu seperti kompas atau aplikasi pencari satelit untuk memudahkan Anda dalam mengarahkan parabola.

Setelah LNBF terhubung dengan benar ke parabola dan parabola telah diarahkan ke satelit yang diinginkan, Anda dapat melanjutkan ke langkah berikutnya, yaitu menghubungkan LNBF ke receiver.

Gunakan kabel coaxial berkualitas baik

Kabel coaxial merupakan salah satu komponen penting dalam pemasangan parabola. Kabel coaxial berfungsi untuk menghubungkan LNBF ke receiver. Kabel coaxial yang berkualitas baik akan menghasilkan sinyal yang lebih kuat dan lebih stabil. Berikut adalah beberapa alasan mengapa Anda harus menggunakan kabel coaxial berkualitas baik:

  • Kabel coaxial berkualitas baik memiliki impedansi yang konstan.

    Impedansi kabel coaxial adalah resistansi kabel terhadap arus listrik. Kabel coaxial berkualitas baik memiliki impedansi yang konstan, sehingga sinyal dapat mengalir dengan lancar tanpa mengalami gangguan.

  • Kabel coaxial berkualitas baik memiliki redaman yang rendah.

    Redaman kabel coaxial adalah hilangnya daya sinyal yang terjadi pada kabel coaxial. Kabel coaxial berkualitas baik memiliki redaman yang rendah, sehingga sinyal dapat diterima oleh receiver dengan kekuatan yang cukup.

  • Kabel coaxial berkualitas baik memiliki pelindung yang baik.

    Kabel coaxial berkualitas baik memiliki pelindung yang baik untuk melindungi sinyal dari gangguan elektromagnetik. Pelindung kabel coaxial biasanya terbuat dari tembaga atau aluminium.

  • Kabel coaxial berkualitas baik memiliki konstruksi yang kokoh.

    Kabel coaxial berkualitas baik memiliki konstruksi yang kokoh dan tahan lama. Kabel coaxial yang kokoh tidak mudah putus atau rusak, sehingga dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama.

Dengan menggunakan kabel coaxial berkualitas baik, Anda dapat memastikan bahwa sinyal dari LNBF akan diterima oleh receiver dengan kekuatan yang cukup dan tanpa gangguan. Hal ini akan menghasilkan kualitas gambar dan suara yang lebih baik pada TV Anda.

Hubungkan kabel coaxial ke receiver

Setelah kabel coaxial terhubung dengan benar pada LNBF, langkah selanjutnya adalah menghubungkan kabel coaxial ke receiver. Berikut adalah langkah-langkah untuk menghubungkan kabel coaxial ke receiver:

  • Pasang konektor F pada ujung kabel coaxial.

    Konektor F adalah konektor yang digunakan untuk menghubungkan kabel coaxial ke receiver. Pasang konektor F pada ujung kabel coaxial dengan hati-hati agar tidak merusak kabel coaxial.

  • Hubungkan kabel coaxial ke receiver.

    Hubungkan kabel coaxial yang telah dipasang konektor F ke port input LNB pada receiver. Pastikan kabel coaxial terhubung dengan benar pada port input LNB.

  • Nyalakan receiver dan TV.

    Setelah kabel coaxial terhubung dengan benar pada receiver, nyalakan receiver dan TV. Jika pemasangan sudah benar, maka Anda akan dapat melihat siaran televisi dari satelit pada TV Anda.

  • Lakukan pengaturan receiver.

    Setelah Anda dapat melihat siaran televisi dari satelit pada TV Anda, langkah selanjutnya adalah melakukan pengaturan receiver. Pengaturan receiver meliputi pemilihan bahasa, pengaturan antena, dan pencarian saluran. Ikuti petunjuk pada layar TV Anda untuk melakukan pengaturan receiver.

Setelah Anda selesai melakukan pengaturan receiver, Anda dapat menikmati siaran televisi dari satelit pada TV Anda. Pastikan untuk menggunakan kabel coaxial berkualitas baik dan menghubungkan kabel coaxial dengan benar pada LNBF dan receiver agar Anda dapat memperoleh kualitas gambar dan suara yang terbaik.

Gunakan konektor F yang berkualitas baik

Konektor F adalah konektor yang digunakan untuk menghubungkan kabel coaxial ke LNBF dan receiver. Konektor F yang berkualitas baik akan menghasilkan koneksi yang lebih baik dan lebih stabil. Berikut adalah beberapa alasan mengapa Anda harus menggunakan konektor F yang berkualitas baik:

  • Konektor F yang berkualitas baik terbuat dari bahan yang berkualitas baik.

    Konektor F yang berkualitas baik biasanya terbuat dari bahan logam seperti tembaga atau kuningan. Bahan-bahan ini memiliki konduktivitas yang baik dan tidak mudah berkarat.

  • Konektor F yang berkualitas baik memiliki desain yang baik.

    Konektor F yang berkualitas baik memiliki desain yang baik sehingga dapat menghasilkan koneksi yang lebih baik dan lebih stabil. Konektor F yang berkualitas baik juga lebih mudah dipasang dan dilepas.

  • Konektor F yang berkualitas baik memiliki lapisan pelindung yang baik.

    Konektor F yang berkualitas baik memiliki lapisan pelindung yang baik untuk melindungi koneksi dari gangguan elektromagnetik. Lapisan pelindung konektor F biasanya terbuat dari bahan plastik atau karet.

  • Konektor F yang berkualitas baik memiliki daya tahan yang baik.

    Konektor F yang berkualitas baik memiliki daya tahan yang baik dan tidak mudah rusak. Konektor F yang berkualitas baik dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama.

Dengan menggunakan konektor F yang berkualitas baik, Anda dapat memastikan bahwa koneksi antara kabel coaxial, LNBF, dan receiver akan lebih baik dan lebih stabil. Hal ini akan menghasilkan kualitas gambar dan suara yang lebih baik pada TV Anda.

Hubungkan splitter ke receiver

Splitter adalah perangkat yang digunakan untuk membagi sinyal dari receiver ke dua TV. Splitter biasanya memiliki dua atau lebih output. Berikut adalah langkah-langkah untuk menghubungkan splitter ke receiver:

  • Hubungkan kabel coaxial dari receiver ke splitter.

    Hubungkan kabel coaxial dari output receiver ke input splitter. Pastikan kabel coaxial terhubung dengan benar pada konektor input splitter.

  • Hubungkan kabel coaxial dari splitter ke TV.

    Hubungkan kabel coaxial dari output splitter ke input antena pada TV. Pastikan kabel coaxial terhubung dengan benar pada konektor input antena TV.

  • Nyalakan receiver dan TV.

    Setelah splitter terhubung dengan benar ke receiver dan TV, nyalakan receiver dan TV. Jika pemasangan sudah benar, maka Anda akan dapat melihat siaran televisi dari satelit pada kedua TV.

Dengan menggunakan splitter, Anda dapat menikmati siaran televisi dari satelit pada dua TV menggunakan satu receiver. Pastikan untuk menggunakan splitter yang berkualitas baik dan menghubungkan splitter dengan benar ke receiver dan TV agar Anda dapat memperoleh kualitas gambar dan suara yang terbaik.

Hubungkan kabel coaxial dari splitter ke TV

Setelah splitter terhubung dengan benar ke receiver, langkah selanjutnya adalah menghubungkan kabel coaxial dari splitter ke TV. Berikut adalah langkah-langkah untuk menghubungkan kabel coaxial dari splitter ke TV:

  • Pasang konektor F pada ujung kabel coaxial.

    Konektor F adalah konektor yang digunakan untuk menghubungkan kabel coaxial ke TV. Pasang konektor F pada ujung kabel coaxial dengan hati-hati agar tidak merusak kabel coaxial.

  • Hubungkan kabel coaxial ke TV.

    Hubungkan kabel coaxial yang telah dipasang konektor F ke port input antena pada TV. Pastikan kabel coaxial terhubung dengan benar pada port input antena TV.

  • Nyalakan TV.

    Setelah kabel coaxial terhubung dengan benar pada TV, nyalakan TV. Jika pemasangan sudah benar, maka Anda akan dapat melihat siaran televisi dari satelit pada TV Anda.

Dengan menghubungkan kabel coaxial dari splitter ke TV, Anda dapat menikmati siaran televisi dari satelit pada dua TV menggunakan satu receiver. Pastikan untuk menggunakan kabel coaxial berkualitas baik dan menghubungkan kabel coaxial dengan benar pada splitter dan TV agar Anda dapat memperoleh kualitas gambar dan suara yang terbaik.

Nyalakan receiver dan TV

Setelah semua perangkat terhubung dengan benar, langkah selanjutnya adalah menyalakan receiver dan TV. Berikut adalah langkah-langkah untuk menyalakan receiver dan TV:

1. Nyalakan receiver.
Tekan tombol power pada receiver untuk menyalakan receiver. Tunggu beberapa saat hingga receiver menyala sepenuhnya.

2. Nyalakan TV.
Tekan tombol power pada TV untuk menyalakan TV. Tunggu beberapa saat hingga TV menyala sepenuhnya.

3. Pilih input yang benar pada TV.
Setelah TV menyala, pilih input yang benar pada TV. Biasanya, input yang digunakan untuk menampilkan siaran dari receiver adalah input AV atau HDMI. Lihat petunjuk penggunaan TV Anda untuk mengetahui cara memilih input yang benar.

4. Pastikan siaran televisi muncul di TV.
Setelah Anda memilih input yang benar pada TV, siaran televisi dari satelit akan muncul di TV Anda. Jika siaran televisi tidak muncul, periksa kembali semua koneksi antara perangkat-perangkat Anda dan pastikan semuanya terhubung dengan benar.

Setelah Anda berhasil menyalakan receiver dan TV, dan siaran televisi muncul di TV Anda, berarti pemasangan parabola 1 receiver 2 TV telah berhasil. Anda dapat menikmati siaran televisi dari satelit pada dua TV menggunakan satu receiver.

Lakukan pengaturan receiver

Setelah siaran televisi muncul di TV Anda, langkah selanjutnya adalah melakukan pengaturan receiver. Pengaturan receiver meliputi pemilihan bahasa, pengaturan antena, dan pencarian saluran. Berikut adalah langkah-langkah untuk melakukan pengaturan receiver:

1. Pilih bahasa.
Setelah receiver menyala, pilih bahasa yang ingin Anda gunakan pada receiver. Biasanya, receiver memiliki beberapa pilihan bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Gunakan tombol panah pada remote control untuk memilih bahasa yang diinginkan, lalu tekan tombol OK.

2. Atur antena.
Setelah memilih bahasa, selanjutnya adalah mengatur antena. Pilih jenis antena yang Anda gunakan, apakah antena parabola atau antena UHF/VHF. Gunakan tombol panah pada remote control untuk memilih jenis antena yang benar, lalu tekan tombol OK.

3. Cari saluran.
Setelah mengatur antena, selanjutnya adalah mencari saluran. Tekan tombol “Cari Saluran” pada remote control. Receiver akan mulai mencari saluran yang tersedia. Tunggu beberapa saat hingga pencarian saluran selesai.

4. Simpan saluran.
Setelah pencarian saluran selesai, receiver akan menampilkan daftar saluran yang tersedia. Pilih saluran yang ingin Anda simpan, lalu tekan tombol “Simpan”. Ulangi langkah ini untuk menyimpan semua saluran yang diinginkan.

Setelah Anda selesai melakukan pengaturan receiver, Anda dapat menikmati siaran televisi dari satelit pada dua TV menggunakan satu receiver. Pastikan untuk menyimpan semua saluran yang diinginkan agar Anda dapat menonton berbagai macam acara televisi.

FAQ

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan tentang TV:

Question 1: Apa saja jenis-jenis TV?
Answer 1: Jenis-jenis TV meliputi TV tabung, TV LCD, TV LED, TV OLED, dan TV QLED. Masing-masing jenis TV memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri.

Question 2: Bagaimana cara memilih TV yang tepat?
Answer 2: Untuk memilih TV yang tepat, Anda perlu mempertimbangkan beberapa faktor, seperti ukuran layar, resolusi layar, jenis layar, fitur-fitur yang tersedia, dan harga.

Question 3: Apa saja merek TV terbaik?
Answer 3: Beberapa merek TV terbaik saat ini meliputi Samsung, LG, Sony, Panasonic, dan Sharp. Merek-merek ini dikenal dengan kualitas produk dan layanan purna jual yang baik.

Question 4: Bagaimana cara merawat TV dengan baik?
Answer 4: Untuk merawat TV dengan baik, Anda perlu membersihkan layar TV secara berkala, menghindari paparan sinar matahari langsung, dan menggunakan TV sesuai dengan petunjuk penggunaan.

Question 5: Bagaimana cara mengatasi masalah pada TV?
Answer 5: Jika Anda mengalami masalah pada TV, Anda dapat mencoba untuk memperbaikinya sendiri dengan mengikuti petunjuk dalam buku panduan TV. Jika masalah tidak dapat diatasi sendiri, Anda dapat menghubungi pusat layanan resmi merek TV Anda.

Question 6: Di mana tempat terbaik untuk membeli TV?
Answer 6: Anda dapat membeli TV di toko elektronik, pusat perbelanjaan, atau toko online. Pastikan untuk memilih toko yang terpercaya dan menawarkan garansi resmi.

Semoga FAQ ini dapat membantu Anda dalam memilih dan merawat TV dengan baik.

Berikutnya, kami akan memberikan beberapa tips untuk memilih dan merawat TV dengan baik.

Tips

Berikut adalah beberapa tips untuk memilih dan merawat TV dengan baik:

Tip 1: Pilih ukuran layar yang tepat.
Ukuran layar TV yang tepat tergantung pada ukuran ruangan dan jarak menonton. Untuk ruangan kecil, ukuran layar TV yang ideal adalah sekitar 32-40 inci. Untuk ruangan sedang, ukuran layar TV yang ideal adalah sekitar 40-50 inci. Untuk ruangan besar, ukuran layar TV yang ideal adalah sekitar 50 inci atau lebih.

Tip 2: Pertimbangkan resolusi layar.
Resolusi layar TV menentukan seberapa tajam dan detail gambar yang ditampilkan. Semakin tinggi resolusi layar, semakin tajam dan detail gambar yang ditampilkan. Resolusi layar TV yang umum saat ini adalah HD (1280 x 720 piksel), Full HD (1920 x 1080 piksel), dan 4K (3840 x 2160 piksel).

Tip 3: Pilih jenis layar yang tepat.
Jenis layar TV yang umum saat ini adalah layar LCD, layar LED, layar OLED, dan layar QLED. Masing-masing jenis layar memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Layar LCD dan LED memiliki harga yang lebih terjangkau, sedangkan layar OLED dan QLED menawarkan kualitas gambar yang lebih baik.

Tip 4: Rawat TV dengan baik.
Untuk merawat TV dengan baik, Anda perlu membersihkan layar TV secara berkala, menghindari paparan sinar matahari langsung, dan menggunakan TV sesuai dengan petunjuk penggunaan. Anda juga perlu melakukan kalibrasi warna pada TV secara berkala untuk memastikan warna yang ditampilkan pada TV akurat.

Dengan mengikuti tips-tips di atas, Anda dapat memilih dan merawat TV dengan baik sehingga dapat menikmati hiburan televisi dengan kualitas terbaik.

Demikianlah pembahasan tentang cara paralel parabola 1 receiver 2 TV. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda.

Conclusion

TV telah menjadi bagian penting dalam kehidupan kita. TV menyediakan hiburan, informasi, dan pendidikan bagi kita semua. Dengan adanya TV, kita dapat menonton berbagai macam acara televisi, film, dan berita dari seluruh dunia.

Dalam artikel ini, kita telah membahas tentang cara paralel parabola 1 receiver 2 TV. Kita telah mempelajari tentang berbagai komponen yang dibutuhkan, cara pemasangan, dan cara pengaturan receiver. Dengan mengikuti langkah-langkah yang telah dijelaskan, Anda dapat menikmati siaran televisi dari satelit pada dua TV menggunakan satu receiver.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda. Selamat menikmati siaran televisi dari satelit pada dua TV menggunakan satu receiver!


Images References :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *