Lifestyle

BNPB gandeng multipihak penuhi keperluan 1.216 penderita banjir di dalam Kaltim

7
×

BNPB gandeng multipihak penuhi keperluan 1.216 penderita banjir di dalam Kaltim

Sebarkan artikel ini
BNPB gandeng multipihak penuhi keperluan 1.216 penderita banjir pada pada Kaltim

Telah didirikan posko bersatu sebagai pusat koordinasi untuk memantau serta mengkoordinasikan segala keperluan mendesak

Garut, Jawa Barat – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan kolaborasi multi-sektor untuk memenuhi keinginan dasar harian bagi 1.216 jiwa orang yang terluka bencana banjir ke Daerah Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim).

Kepala Pusat Data, Berita dan juga Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari pada informasi dalam Garut, Jawa Barat, Kamis, mengutarakan bahwa seribuan jiwa orang yang terluka banjir merupakan warga dari Desa Karang Jinawi, Suka Raja, Bukit Raya, lalu Kelurahan Bukit Raya dalam Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara.

Pusdalops BNPB mengkonfirmasi para orang yang terdampar banjir yang digunakan terdiri dari 331 keluarga itu sebelumnya dievakuasi tenaga gabungan ke tempat pengungsian mandiri serta posko lantaran rumah mereka itu digenangi banjir 50-150 sentimeter sejak Awal Minggu (24/6).

Selama masa penyelamatan darurat ia menjamin pemenuhan keperluan dasar harian bagi individu yang terjebak banjir menjadi prioritas utama. BNPB berkolaborasi dengan multisektor pada menyediakan makanan, air bersih, kemudian layanan pemeriksaan kesehatan, satu di antaranya obat-obatan bagi para korban.

Bantuan dari pemerintah tempat melalui Dinas Sosial, Korporasi Daerah Air Minum (PDAM) hingga Kementerian PUPR, Manggala Agni Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan (KLHK), Kementerian Kesejahteraan (Kemenkes),  serta perusahaan flora hutan sektor (HTI) yang dimaksud siap untuk terus disalurkan sampai keadaan dampak bencana kembali kondusif.

Bahkan pada pemenuhan permintaan dasar harian, menurut dia, beberapa jumlah sektor perbankan juga menyatakan siap membantu BNPB pada hal pemenuhan keperluan makanan harian para korban.

"Telah didirikan posko bersatu sebagai pusat koordinasi untuk memantau kemudian mengkoordinasikan segala permintaan mendesak," kata dia, seraya menambahkan meskipun kerugian materiil cukup besar tapi bukan ada laporan penderita jiwa di kejadian ini.

Laporan yang dimaksud diterima dari regu gabungan dalam lapangan setidaknya hingga Rabu (26/6) telah diwujudkan upaya pompanisasi untuk menghurangi debit air ke tempat terdampak banjir.

Tim yang digunakan terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Penajam Paser Utara berkolaborasi dengan TNI/Polri, Manggala Agni juga mulai membersihkan sisa lumpur yang tersebut mengendap di beberapa orang lokasi.

 

Artikel ini disadur dari BNPB gandeng multipihak penuhi kebutuhan 1.216 korban banjir di Kaltim