Kesehatan

Benarkah Menghirup Aroma Pasangan Bisa Meredakan Stres?

6
×

Benarkah Menghirup Aroma Pasangan Bisa Meredakan Stres?

Sebarkan artikel ini

JakartaStres adalah hal tak terhindarkan pada hidup sehari-hari. Karena itu, sejumlah pemukim yang mencari cara untuk mengatasi stres juga menemukan kedamaian di keberadaan mereka. Salah satu cara yang tersebut menyita perhatian lalu efektif adalah dengan menghirup aroma pasangan. 

Aroma adalah salah satu indera manusia yang mana paling kuat di mempengaruhi emosi. Aroma dapat mengakibatkan kenangan, emosi, bahkan reaksi fisik. Hal ini dikarenakan hidung memiliki reseptor saraf khusus yang digunakan terhubung secara langsung ke otak, teristimewa ke sistem limbik, yaitu bagian otak yang tersebut mengatur emosi. 

Dikutip dari Live Science, para peneliti dari University of British Columbia (UBC) menemukan bahwa mencium pakaian pasangan berkaitan dengan rendahnya kadar hormon stres kortisol di darah wanita. Penelitian ini menunjukkan bahwa aroma pasangan, bahkan tanpa penampilan fisiknya, dapat berubah menjadi alat yang tersebut ampuh untuk membantu menurunkan stres.

Hofer juga timnya melakukan penelitian terhadap 96 pasangan heteroseksual. Para pria mengenakan kaus bersih selama 24 jam tanpa deodoran atau kosmetik beraroma, merokok, atau makanan yang mana mempengaruhi bau badan.

Dilansir dari Medical News Today, kaos pria ini kemudian dibekukan setelahnya 24 jam untuk memverifikasi aromanya kekal utuh. Para wanita kemudian diminta mencium secara acak, kemeja yang dimaksud belum pernah dipakai sebelumnya, kemeja pasangan, atau kemeja khalayak asing tanpa mengetahui selama kemeja tersebut.

Para wanita kemudian dites dengan wawancara kerja tiruan untuk meningkatkan stres mereka. Mereka juga diarahkan untuk memecahkan mengenai matematika. Setelah itu, stres kemudian diukur melalui beberapa pertanyaan serta sampel air liur untuk mengukur hormon kortisol mereka.

Hasil menunjukkan bahwa wanita yang tersebut mencium kemeja pasangannya mengalami tingkat stres lebih besar rendah sebelum serta setelahnya ujian. Wanita yang digunakan benar-benar mengidentifikasi kemeja pasangannya juga mempunyai kadar kortisol yang digunakan lebih banyak rendah, menunjukkan bahwa mengetahui aroma pasangan miliki efek menenangkan.

Sementara itu, wanita yang mana mencium kemeja pendatang asing mengalami peningkatan kadar kortisol, yang mungkin saja disebabkan oleh respons pertahanan diri terhadap pemukim asing. Hasil ini sejenis dengan wanita yang dimaksud mencium kemeja baru yang tersebut belum pernah digunakan sejenis sekali.

Dalam jurnal ini, peneliti yang tersebut bernama Frances Chen mengungkapkan bahwa hasil ini dapat berguna bagi pasangan yang harus berpisah untuk waktu yang digunakan lama akibat perjalanan kerja atau alasan lain. Hal ini dikarenakan mnghirup aroma pasangan dapat membantu meredakan stres pada situasi apapun.

Artikel ini disadur dari Benarkah Menghirup Aroma Pasangan Bisa Meredakan Stres?