Ekonomi Bisnis

Bahlil: BASF lalu Eramet tunda pembangunan ekonomi akumulator di dalam Maluku Utara

9
×

Bahlil: BASF lalu Eramet tunda pembangunan ekonomi akumulator di dalam Maluku Utara

Sebarkan artikel ini
Bahlil: BASF tak lama kemudian Eramet tunda pembangunan dunia usaha akumulator pada di Maluku Utara

DKI Jakarta – Menteri Investasi/Kepala Badan Sinkronisasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa dua perusahaan besar di Eropa, yakni BASF selama Jerman lalu Eramet dari Prancis, menunda rencana pembangunan ekonomi pada proyek Sonic Bay ke Maluku Utara.

"Kemarin saya baru dapat kabar itu. Sementara (investasinya) bukanlah dicabut, tapi dipending sementara," kata Bahlil ke sela Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Pengusaha Jasa Boga (APJI) periode 2024 -2029 di dalam Jakarta, Kamis malam.

Bahlil juga membantah adanya isu yang tersebut menyatakan bahwa BASF serta Eramet batal melakukan penanaman modal senilai 2,6 miliar dolar Negeri Paman Sam pada proyek pabrik unsur baku sel kendaraan listrik dalam Weda Bay, Halmahera Tengah, Maluku Utara.

Dia mengaku bahwa pihaknya pada waktu ini sedang mengomunikasikan terhadap kedua perusahaan tersebut.

Menurutnya, kedua perusahaan yang disebutkan bukanlah membatalkan, tetapi belaka menunda investasinya dalam Tanah Air akibat turunnya pangsa transaksi jual beli mobil listrik dalam Eropa.

"Karena daya beli penduduk terhadap EV (electric vehicle) mobil listrik ke Eropa lagi turun. Jadi, pasarnya pun sekarang lagi turun sebab kompetisi dengan mobil-mobil dari negara lain," kata Bahlil.

Bahkan, menurut Bahlil, penurunan bursa pemasaran mobil listrik tidak hanya saja muncul di Eropa, juga berlangsung dalam AS.

"Dan Amerika juga sekarang lagi lesu pasarnya. Oleh dikarenakan lagi lesu, maka permintaan terhadap baterainya itu berkurang," ungkap Bahlil.

Ia juga memverifikasi bahwa hingga pada waktu ini kedua perusahaan raksasa yang disebutkan belum mencabut rencana investasinya di dalam Indonesia.

"Oh nggak (mereka belum mencabut), kita masih di negosiasi di pembicaraan," katanya.

Lebih lanjut Bahlil menambahkan, bukan ada kegelisahan terhadap penanam modal asing lainnya akibat dua perusahaan yang disebutkan melakukan penundaan investasi.

"Ini cuma persoalan komoditas mobil listriknya di Eropa sebanding Amerika aja yang dimaksud turun. (Kalau) semuanya jalan kok, Korea, Jepang, China nggak ada masalah, nggak ada isu," kata Bahlil.

Artikel ini disadur dari Bahlil: BASF dan Eramet tunda investasi baterai di Maluku Utara