Internasional

Amerika Serikat Desak negara Israel Cegah Eskalasi Konflik di Lebanon

17
×

Amerika Serikat Desak negara Israel Cegah Eskalasi Konflik di Lebanon

Sebarkan artikel ini
Amerika Serikat Desak negara tanah Israel Cegah Eskalasi Konflik dalam Lebanon

Washington DC

Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mendesak Menteri Perlindungan (Menhan) negara Israel Yoav Gallant untuk mengelak eskalasi konflik lebih banyak lanjut di dalam Lebanon, pada waktu serangan lintas perbatasan antara militer Israel dan kelompok Hizbullah semakin meningkat.

Seperti dilansir AFP, Selasa (25/6/2024), desakan itu disampaikan Blinken ketika Gallant melakukan kunjungan ke Washington DC pada Mulai Pekan (24/6) waktu setempat. Pertemuan keduanya mengkaji beraneka hal, satu di antaranya upaya-upaya mencapai kesepakatan untuk membebaskan para sandera yang dimaksud masih ditahan pada Jalur Gaza.

Kunjungan Gallant ini bertujuan untuk menegaskan kembali nilai hubungan antara tanah Israel dengan sekutu utamanya AS, pasca Utama Menteri (PM) Benjamin Netanyahu secara terbuka mengoreksi Washington melawan apa yang tersebut disebutnya sebagai penundaan pengiriman pasokan senjata.

Dalam pertandingan selama dua jam dengan Gallant, menurut juru bicara Departemen Luar Negeri Negeri Paman Sam Matthew Miller, Blinken mengeksplorasi mengenai diplomasi tak dengan segera antara negara Israel dan juga gerakan Hamas mengenai perjanjian yang “menjamin pembebasan semua sandera lalu meringankan penderitaan rakyat Palestina”.

“(Blinken) Menggarisbawahi pentingnya mencegah eskalasi konflik lebih lanjut lanjut lalu mencapai resolusi diplomatik yang tersebut memungkinkan keluarga negeri Israel kemudian Lebanon untuk kembali ke rumah-rumah mereka,” kata Miller di pernyataannya.

ADVERTISEMENT

Ketegangan pada perbatasan tanah Israel dan juga Lebanon semakin meningkat seiring maraknya serangan lintas perbatasan antara militer Tel Aviv juga Hizbullah yang dimaksud didukung Iran.

Netanyahu telah dilakukan mengungkapkan bahwa pasukan negara Israel akan mengakhiri konflik paling intens pada Jalur Kawasan Gaza serta akan mengerahkan pasukannya ke perbatasan utara yang digunakan berbatasan dengan Lebanon, meskipun ia menganggap tindakan itu sebagai langkah defensif.

Selain bertemu Blinken, Gallant juga bertemu dengan pemimpin badan intelijen pusat AS, CIA, Bill Burns, yang digunakan berubah menjadi sosok penting Negeri Paman Sam pada negosiasi untuk membebaskan para sandera dari Hamas.

“Saya ingin menekankan bahwa komitmen utama negara Israel adalah memulangkan para sandera, tanpa terkecuali, terhadap keluarga kemudian rumah mereka,” tegas Gallant sebelum bertemu Burns.

“Kami akan terus berupaya semaksimal kemungkinan besar untuk memulangkan mereka,” ucapnya.

Dalam pernyataannya, Gallant juga menegaskan aliansi Israel-AS sangat penting. Penegasan ini menjadi pendekatan berbeda yang diambil Gallant, pasca Netanyahu di beberapa hari terakhir menyebabkan kesal pemerintahan Presiden Joe Biden dengan menuduh Negeri Paman Sam menghurangi pengiriman senjata serta amunisi.

ADVERTISEMENT

“Aliansi antara negara Israel serta Amerika Serikat, yang mana dipimpin oleh Amerika Serikat selama bertahun-tahun, sangatlah penting,” tegasnya.

Selain militer negara Israel sendiri, ujar Gallant, “hubungan kami dengan Negeri Paman Sam adalah elemen terpenting bagi masa depan kami dari sudut pandang keamanan”.

Artikel ini disadur dari AS Desak Israel Cegah Eskalasi Konflik di Lebanon