Ekonomi Bisnis

ARC: Kemenkop membantu Rp15 miliar tingkatkan produksi nilam Aceh

10
×

ARC: Kemenkop membantu Rp15 miliar tingkatkan produksi nilam Aceh

Sebarkan artikel ini
ARC: Kemenkop membantu Rp15 miliar tingkatkan produksi nilam Aceh

Langkah peningkatan produksi nilam Aceh sangat penting mengingat permintaan ekspor terus meningkat setiap tahunnya.

Banda Aceh – Atsiri Research Center-Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi (ARC-PUIPT) Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh menyatakan bahwa Kementerian Koperasi serta UKM memberikan Rp15 miliar untuk membantu meningkatkan produksi nilam Aceh.

"Untuk meningkatkan produksi nilam, Kementerian Koperasi kemudian UKM pada 2024 memberikan anggaran mencapai Rp15 miliar untuk Aceh," kata Kepala ARC USK Banda Aceh Syaifullah Muhammad, ke Banda Aceh, Jumat.

Bantuan Rp15 miliar dari Kemenkop UKM yang disebutkan diberikan untuk lima wilayah di dalam Aceh, yakni Wilayah Aceh Besar, Nagan Raya, Aceh Selatan, Gayo Lues, kemudian Aceh Tamiang.

"Diserahkan melalui pengerjaan rumah produksi dengan penyulingan nilam, di dalam mana pembangunannya akan dimulai pada Juli lalu Agustus 2024," ujarnya.

Syaifullah menyampaikan, sektor nilam Aceh pada waktu ini semakin berkembang, dari sebelumnya empat wilayah penanam nilam, pada saat ini telah ada 17 kabupaten yang mana kembali menginvestasikan nilam.

"Kondisi ini juga telah didukung oleh nilai minyak nilam (crude patchouli) yang digunakan semakin membaik yakni di dalam tingkat petani mencapai Rp1,2 jt sampai Rupiah Rp1,3 jt per kilogram," katanya.

Syaifullah menyatakan pula, langkah peningkatan produksi nilam Aceh sangat penting mengingat permintaan ekspor terus meningkat setiap tahunnya.

Ekspor nilam Negara Indonesia pada 2022 tercatat sejumlah 1.400 ton, serta bermetamorfosis menjadi 1.900 ton tambahan pada 2023. Kemudian tahun ini permintaan minyak nilam dari luar negeri ke beberapa perusahaan eksportir juga meningkat hingga dua kali lipat.

"Sebagai contoh untuk permintaan Prancis untuk PT U Green Aromatics International hanya juga meningkat dari 15 ton berubah jadi 30 ton per tahun," ujarnya.

Karena itu, di upaya meningkatkan produksi nilam pada Aceh, kata beliau lagi, ARC USK sejauh ini terus mensupport para petani kemudian penyuling nilam pada perniagaan pembibitan, budi daya, penyulingan juga pasarnya.

"USK tiada melakukan bidang usaha budi daya serta penyulingan. Karena itu merupakan wilayah masyarakat, sehingga mampu menghasilkan kembali pendapatan untuk petani dan juga penyuling," katanya lagi.

ARC USK, kata beliau pula, menggalang untuk melakukan purifikasi minyak nilam dari petani dengan penerapan teknologi molecular distillation lalu fractionation untuk meningkatkan kualitas nilam berubah menjadi hi-grade patchouli.

Selanjutnya dapat diformulasikan berubah menjadi bermacam komoditas turunan, seperti parfum, skin care, medicated oil, toiletries, dan juga lainnya.

"USK juga terlibat intensif di transaksi teknologi dan juga community development untuk komunitas serta UMKM, agar merekan bisa jadi mengembangkan bidang usaha mulai dari budi daya, penyulingan dan juga komoditas turunan," ujarnya.

Selain itu, Syaifullah juga menuturkan bahwa USK juga terus menggalang berubah-ubah kemitraan lalu inisiasi kerja sebanding untuk sektor nilam penduduk dengan pemerintah, BUMN seperti BSI serta Pegadaian, juga NGO international yakni ILO (International Labour Organization).

"Tak cuma itu, USK juga menjalin inisiasi kegiatan dengan Kementerian Koperasi, Kemendikbud Ristek, BRIN, Kemendag, serta BIN untuk mengembangkan sistem ekologi sektor nilam Aceh bagi petani, penyuling, anak anak muda, lalu UMKM," demikian Syaifullah.

Artikel ini disadur dari ARC: Kemenkop membantu Rp15 miliar tingkatkan produksi nilam Aceh