Ekonomi Bisnis

Airlangga resmikan smelter PT Freeport Indonesia di Gresik

6
×

Airlangga resmikan smelter PT Freeport Indonesia di Gresik

Sebarkan artikel ini
Airlangga resmikan smelter PT Freeport Indonesia di Gresik

Ibukota Indonesia – Menteri Koordinator Lingkup Perekonomian Airlangga Hartarto meresmikan pengoperasian smelter PT Freeport Nusantara (PTFI) ke Kawasan Kondisi Keuangan Khusus (KEK) di dalam Gresik, Jawa Timur.

Smelter PTFI merupakan infrastruktur pemurnian tembaga dengan desain jalur tunggal terbesar pada dunia berkapasitas pemurnian mencapai 1,7 jt ton konsentrat tembaga per tahun.

“Kita beri applause untuk manajemen yang dimaksud extraordinary. Dan yang tersebut dibangun pun pabrik yang mana extraordinary, luar biasa. Jadi ini sangat tepat waktu, oleh sebab itu ketika sekarang renewable energy berubah menjadi tren. Dan tren renewable energy butuh critical mineral. Dan salah satunya adalah copper,” kata Airlangga di keterangannya ke Jakarta, Kamis.

Airlangga menjelaskan, proyek yang mana menempati lahan seluas 100 hektar itu mempunyai nilai penanaman modal kumulatif mencapai 3,7 miliar dolar Amerika Serikat atau Rp58 triliun.

Penanaman Modal yang disebutkan tak hanya sekali akan memberikan faedah bagi perusahaan pembangunan pada negeri, tetapi juga akan menciptakan efek berganda (multiplier effects) terhadap masyarakat ke Wilayah Gresik.

Bersama dengan smelter yang digunakan dioperasikan PT Smelting, keduanya akan memurnikan 3 jt ton konsentrat tembaga per tahun dengan produksi sekitar 600.000 ton katoda tembaga, 50 ton emas, lalu 200 ton perak per tahun.

Dengan beroperasinya smelter ini, seluruh kosentrat tembaga yang tersebut diproduksi oleh PTFI dapat semuanya diproses lalu dimurnikan pada pada negeri, demikian juga lumpur anoda dari PT Smelting.

“Dan ini yang digunakan pertama integrasi tambang sampai dengan produk-produk akhir. Dan dengan integrasi ini, maka produksi emas nanti yang mana 50 ton bayar royalti. Karena ini terintegrasi dari tambang sampai ke hilir. Demikian pula untuk perak juga bayar royalti. Jadi tentu sejumlah pendapatan yang tersebut didapatkan pemerintah,” ujarnya.

Kehadiran PTFI dalam KEK Gresik diharapkan dapat bermetamorfosis menjadi salah satu penarik pada membentuk kawasan dengan lingkungan yang digunakan mengupayakan hilirisasi, khususnya kendaraan listrik (EV). Hingga Maret 2024, KEK Gresik sudah pernah mencatatkan nilai pembangunan ekonomi sebesar Rp75,2 triliun kemudian mengakomodasi tambahan dari 35.000 warga tenaga kerja.

“Tentu ke depan Tanah Air akan mampu untuk meningkatkan ekspornya. Kalau ekspor kita kuat, maka rupiah kita bisa jadi stabil. Sebagai contoh, dari nikel itu kemudian dari kelapa sawit ekspor kita 55 miliar dolar AS. Nah impor minyaknya 40 miliar dolar AS. Jadi sebetulnya natural hedging itu terjadi,” terang Airlangga.

Selain melakukan prosesi peresmian operasional smelter PTFI, Airlangga beserta rombongan juga berkesempatan meninjau kawasan smelter PTFI dengan mengunjungi area jetty, anode casting, dan juga central control building.

Airlangga juga menyampaikan terhadap awak media terkait peran operasional smelter PTFI pada menjaga ketahanan perekonomian nasional.

Adapun, pemerintah menggagas kebijakan proses pengolahan lebih lanjut bidang yang digunakan diharapkan mampu menggalang peningkatan nilai tambah perekonomian nasional sekaligus menjadi salah satu kunci di mempertahankan resiliensi perekonomian nasional.

Untuk mengupayakan kebijakan pengembangan lebih lanjut tersebut, peran off-takers domestik berubah menjadi sangat penting satu di antaranya pengguna komponen baku tembaga.

Lebih lanjut, pasokan item proses lanjut tembaga yang mana dibutuhkan Tanah Air ketika ini masih mengandalkan komoditas impor seperti copper tube, copper tape, evaporator tembaga, juga komponen-komponen yang dibutuhkan di produksi EV seperti kabel, inverter, hingga baterai. Guna memenuhi permintaan tersebut, otoritas terus menggalakkan sektor pengolahan ke Kawasan Perekonomian Khusus (KEK) untuk melakukan hilirisasi.

Artikel ini disadur dari Airlangga resmikan smelter PT Freeport Indonesia di Gresik